Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

BEI Bicara Perpanjangan Relaksasi Diskon Biaya Pencatatan Saham

Kamis, 20 Januari 2022 | 15:31 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mengkaji perpanjangan kebijakan terkait diskon biaya pencatatan awal saham dan biaya pencatatan saham tambahan. Kebijakan ini sebelumnya telah diterapkan oleh BEI pada periode 2020 dan 2021.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna menjelaskan, selama periode 2020 dan 2021, BEI memberikan diskon biaya pencatatan awal dan pencatatan saham tambahan sebesar 50% untuk calon perusahaan tercatat dan perusahaan tercatat. Kebijakan ini sesuai dengan keputusan direksi PT Bursa Efek Indonesia Kep-00044/BEI/06-2020 dan Kep-00069/BEI/08-2021 tentang Kebijakan Khusus atas Biaya Pencatatan Awal Saham dan Biaya Pencatatan Saham Tambahan yang berakhir 30 Desember 2021.

Nyoman mengungkapkan, relaksasi biaya merupakan bentuk kepedulian dari Self-Regulatory Organizations (SRO) kepada calon Perusahaan Tercatat di tengah situasi pandemi Covid-19. Selama durasi pemberlakuan diskon Initial Listing Fee (ILF) 2021, terdapat 25 perusahaan yang memanfaatkan diskon biaya pencatatan awal saham.

Baca juga: BEI: Centaur dan Unicorn Tetap Dapat Tingkatkan Kapitalisasi Pasar

“Selain itu, terdapat 39 aksi korporasi dalam bentuk Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu atau HMETD, non-HMETD, dividen saham, dan saham bonus yang memanfaatkan diskon pencatatan tersebut,” jelas Nyoman dalam keterangan tertulis, Kamis (20/1).

Tahun ini, BEI belum memutuskan untuk memperpanjang relaksasi terkait diskon biaya pencatatan saham awal dan biaya pencatatan saham. Namun, BEI beserta regulator pasar modal lain akan terus memperhatikan kondisi pasar dan melakukan penyesuaian regulasi sesuai kebtuhan.

Terlepas dari hal tersebut, BEI tetap memberikan relaksasi perpanjangan batas waktu pembayaran biaya pencatatan tahunan tahun 2022 yang semula harus disampaikan paling lambat pada 31 Januari 2022, diundur batas waktunya hingga 30 Juni 2022.

Baca juga: Makin Seru, Direktur Pertamina Pimpin Paket ke-5 Calon Direksi BEI

“Relaksasi tersebut berlaku bagi perusahaan tercatat yang sudah tercatat di BEI selama lebih dari satu tahun per tanggal 1 Januari 2022, dimana perusahaan tersebut membukukan rugi bersih pada periode laporan keuangan terakhir dan telah menyampaikan surat permohonan keringanan batas pembayaran biaya pencatatan tahunan kepada bursa,” ujarnya.

Adapun pada akhir 2021, BEI mencatat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.581 atau naik 10,08% dari penutupan IHSG tahun 2020. Rata-rata transaksi harian saham pada 2021 mencapai Rp 13,37 triliun atau meningkat 45,19% dari rata-rata transaksi harian saham tahun 2020. Jumlah perusahaan tercatat sepanjang 2021 mencapai 54 perusahaan dengan nilai penghimpunan dana sebesar Rp 62,6 triliun atau naik 1.022,3% dibandingkan pencapaian dana pada periode yang sama tahun 2020. 

Selain itu, Bursa juga menyambut dua penawaran umum terbatas (initial public offering/IPO) saham dengan nilai penghimpunan dana terbesar sepanjang 2021, yakni PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) yang mencapai Rp 21 triliun dan PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) dengan dana dihimpun mencapai Rp 18,78 triliun.

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN