Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bank Allo

Bank Allo

Rights Issue Tuntas, Bukalapak dan Indolife Resmi Masuk Ekosistem Bank Allo

Kamis, 20 Januari 2022 | 17:35 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Bukalapak resmi menjadi pemegang saham dari PT Allo Bank Tbk (BBHI) setelah menyerap rights issue Bank Allo. Selain itu, grup Anthony Salim melalui PT Indolife Investama Perkasa turut serta menjadi pemegang saham bank yang dikendalikan Chairul Tanjung tersebut.

Berdasarkan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada Rabu (19/1). Perusahaan berskala unicorn itu merogoh kocek hingga Rp 1,19 triliun untuk menyerap sebanyak 2,45 miliar saham BBHI atau stara dengan 12,65%. Saham rights issue tersebut dierap direntang harga Rp 478 per saham.

Sedangkan, perusahaan di bawah naungan grup Anthony Salim, PT Indolife Investama Perkasa, telah menuntaskan haknya dengan mengeluarkan dana sebesar Rp 623,2 miliar untuk membeli sekitar 6% atau sebanyak 1,30 miliar saham BBHI.

Baca juga: Usai Rights Issue, Allo Bank (BBHI) Kantongi Modal Inti Rp 6 Triliun

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Direktur Indolife Axton Salim menyebutkan, setelah transaksi kepemilikan Indolife pada BBHI meningkat 6% atau sebanyak 1,30 miliar saham.

Sementara itu, Chairul Tanjung melalui perusahaan yang dikendalikan PT Mega Corpora menuntaskan haknya sebanyak 2,71 miliar saham pada harga yang sama. Setelah rights issue, kepemilikan saham Megacorp turun menjadi 60,87% dari sebelumnya 90%. Terlepas dari 3 perusahaan besar diatas, perusahaan lainya, seperti Traveloka, Carro dan Growtheum Capital Partners ikut menyatakan niatnya untuk melakukan eksekusi rights issue BBHI.

Untuk diketahui, dalam aksi korporasi ini Allo Bank menerbitkan sebanyak 10,04 miliar saham atau setara dengan 86% modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga pelaksanaan Rp 478 per saham. Dengan demikian, dana segar yang berpotensi masuk kantong perseroan mencapai Rp 4,8 triliun.

Sementara itu, berdasarkan arsip Investor Daily, analis menilai tren rights issue diperkirakan ramai sejalan dengan tingginya harapan pemulihan ekonomi. Rights issue juga dianggap sebagai metode penghimpunan dana paling tepat ketimbang instrumen lainya seperti pinjaman bank atau private placement.

Baca juga: Entitas Grup Salim Kuasai 6% Saham Allo Bank (BBHI)

Head of Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana mengatakan, right issue yang dilakukan oleh para bank-bank kecil dilakukan sejalan dengan persyaratan baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) nomor 12 tahun 2020 yang mewajibkan perbankan memiliki modal inti Rp 1 triliun di 2020, lalu naik Rp 2 triliun di 2021 dan Rp 3 triliun pada 2022.

“Beleid tersebut yang membuat emiten terkait melakukan rights issue untuk memenuhi modal inti. Apabila right issue berjalan dengan sukses berarti pelaku pasar optimisi terhadap pemulihan ekonomi Indonesia, karena sektor perbankan menjadi salah satu yang paling menarik di tahun,” kata dia.


 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN