Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (9/12/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Kamis (9/12/2021). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Saham Pilihan untuk Trading 21 Januari dan Target Harganya

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:34 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Pada perdagangan Jumat (21/1), para analis memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan melanjutkan penguatan. Setelah pada perdagangan Kamis (20/01), IHSG ditutup Menguat. IHSG ditutup di level 6,626.87 (+0.52%). IHSG ditutup menguat setelah menetapkan suku bunga tetap di level 3.50%. kenaikan harga komoditas juga ikut mendorong penguatan sehingga pergerakan didominasi saham dari sektor energi.

Pada perdagangan Jumat (21/1), analis menilai IHSG masih akan dipengaruhi oleh sentimen negatif yang berasal dari dalam dan luar negeri. Dari luar negeri, Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 34,715.39 (-0.89%), NASDAQ ditutup 14,154.00 (-1.30%), S&P 500 ditutup 4,482.73 (-1.10%). Wall Street kembali ditutup melemah tajam walau sempat tampil perkasa di awal sesi.

Aksi jual besar-besaran yang terjadi di awal tahun ini membuat indeks Nasdaq jatuh ke dalam wilayah koreksi. Investor juga beralih ke laporan pendapatan Kuartal IV 2021 saat mereka mulai masuk. Data pada hari Kamis menunjukkan jumlah orang Amerika Serikat (AS) yang mengajukan klaim baru untuk pengangguran naik di minggu lalu. Para analis menyebut hal tersebut terjadi karena gelombang musim dingin infeksi Covid-19 mengganggu aktivitas bisnis.

Baca juga : Potensi Koreksi Terbuka, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

Dari dalam negeri, katalis positif berasal dari keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan 7-day RR Rate di level 3,50% (20/1). Keputusan BI tersebut memicu penguatan nilai tukar Rupiah sebesar 0,17% ke level Rp14.335 per USD pada Kamis sore (20/1).

Dalam kesempatan yang sama (20/1), BI memperkirakan pertumbuhan kredit mencapai 6%-8% yer on year (yoy) di 2022. Sebelumnya, OJK memperkirakan pertumbuhan kredit mencapai 7,5% yoy di 2022. Sebagai informasi, realisasi pertumbuhan kredit di 2021 sebesar 5,2% yoy (vs -2,4% yoy di 2020). Hal-hal tersebut menjaga optimisme pelaku pasar terhadap outlook ekonomi Indonesia. Ditengah risiko peningkatan kasus Covid-19 dan pengetatan kebijakan moneter oleh the Fed.

Selain itu, masih tercatatnya capital inflow secara year to date juga masih menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Baca juga : IHSG Akhir Pekan Masih Mixed, Pantau TINS, PTBA, dan ANTM

Melihat berbagai sentimen tersebut, beberapa anilis memberikan rekomendasi saham pilihan untuk trading 21 Januari dan target harganya. Dimulai dari analis dari Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi saham-saham yang dapat diperdagangkan pada hari ini, yaitu

TPIA

Rekomendasi : Buy

Harga penutupan : 7.875

Target harga : 8.100

Stop loss/reversal : 7.600

Support : 7.500

Resistance : 8.100

HRUM

Rekomendasi : Buy

Harga penutupan : 11.125

Target harga : 11.500

Stop loss/reversal : 10.900

Support : 10.000

Resistance :11.500

INCO

Rekomendasi : Buy

Harga penutupan : 5.000

Target harga : 5.150

Stop loss/reversal : 4.900

Support : 4.900

Resistance : 5.150

MEDC

Rekomendasi : Speculative Buy

Harga penutupan : 520

Target harga : 550

Stop loss/reversal : 510

Support : 500

Resistance : 550

Baca juga : GWM Bank Dinaikkan Bertahap, Saham Bank Tetap Menarik

Sedangkan OCBC Sekuritas memberikan saham-saham pilihan yang bisa dicermati pada perdagangan hari ini, yaitu

TPIA

White Candle dengan volume naik tetapi W%R-nya terlihat overbought

Rekomendasi : Sell On Strength

Resistance : 8.150

Support : 7.725

Entry: 7.500-7.525

TINS

White candle dengan volume naik dan golden cross di MACD

Rekomendasi : Spec Buy

Resistance : 1.570

Support : 1.400

Entry : 1.440-1.455

INCO

Rekomendasi : Hold

White candle dengan volume naik sementara momentum dalam histogramnya masih terlihat naik

Resistance : 5.300

Support : 4.890

Entry: 4.890-4.900

BRMS

Candle Doji dengan volume lebih rendah sementara uptrend bisa berlanjut jika harga mampu bertahan di atas 107

Rekomendasi : Hold

Resistance : 117

Support : 107

Entry: 107-108

SCMA

White candle dengan sedikit kenaikan volume dan golden cross di MACD.

Rekomendasi : Spec Buy

Resistance: 338

Support : 292

Entry: 304-308

Baca juga : Jumat Pagi, Mayoritas Saham Asia Pasifik Dibuka Ambles

Sementara itu, Analis Pilarmas Investindo Sekuritas memberikan beberapa saham pilihan yang bisa dicermati pada hari ini, yaitu

BIRD

Berencana akan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 1,2 triliun di tahun 2022.

Last Price : 1.430

Support : 1.410

Resistance : 1.450

Target : 1.000

BAJA

Membukukan laba bersih sekitar Rp 100 miliar hingga akhir tahun 2021.

Last Price : 314

Support : 312

Resistance : 322

Target : 290 (short term) 520 (long term)

BBCA

Last Price : 7.775

Support : 7.550

Resistance : 8.250

BMRI

Last Price : 7.175

Support : 7.025

Resistance : 7.325

LSIP

Last Price : 1.205

Support : 1.150

Resistance : 1.270

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN