Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bukalapak. (IST)

Bukalapak. (IST)

Target Kinerja Bukalapak (BUKA) Dipangkas, Masihkah Sahamnya Layak Dibeli?

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:50 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - RHB Sekuritas memangkas turun target harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) dari Rp 1.300 menjadi Rp 900 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Pemangkasan target harga tersebut sejalan dengan revisi turun target kinerja keuangan tahun 2021-2023. Target itu telah memperhitungkan kepemilikan sebanyak 11,49% saham di PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI).

Meski target harga saham BUKA dipangkas, target tersebut masih menyisakan potensi keuntungan besar, dibandingkan posisi harga saham Rp 366 per saham pada penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I akhir pekan ini.

Baca juga: Rights Issue Tuntas, Bukalapak dan Indolife Resmi Masuk Ekosistem Bank Allo

RHB Sekuritas sebelumnya memangkas turun target pendapatan perseroan tahun ini dari Rp 2,12 triliun menjadi Rp 1,75 triliun. Begitu juga dengan rugi bersih perseroan tahun 2021 diperkirakan lebih besar menjadi Rp 1,97 triliun, dibandingkan perkiraan semula dengan rugi bersih Rp 1,75 triliun. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan tahun 2022 direvisi turun dari Rp 3,62 triliun menjadi Rp 2,78 triliun. Sedangkan perkiraan rugi bersih menjadi Rp 1,71 triliun, dibandingkan perkiraan semula Rp 1,45 triliun.

Sedangkan sentimen positif pendukung saham BUKA berasal dari keikutsertaanya dalam menyerap saham baru yang diterbiktan PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI). Aksi ini bisa menjadi menaikkan nilai perseroan dan memperluas ekosistem perseroan, khususnya penguatan kapabilitas keuangan perseroan.

Bukalapak sebelumnya telah bermitra dengan sejumlah perusahaan keaungan, seperti kerja sama dengan Bank Fama yang dikuasai PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). Namun demikian, perseroan diperkirakan masih membutuhkan waktu untuk meningkatkan kapabilitas digital banking. Dukungan positif juga datang dari masuknnya Bukalapak ke dalam ekosistem Grup Chairul Tanjung juga membuka peluang pertumbuhan dalam jangka panjang, seperti kolaborasi dengan TransMart.

Baca juga: Bukan Akuisisi, Transmart dan Bukalapak (BUKA) akan Bentuk Perusahaan Patungan e-Commerce

“Kapitalisasi pasar saham BUKA kini berada di level Rp 10-11 triliun atau ditransaksikan setara dengan target price to sales ratio (P/S) tahun 2023 sekitar. Angka tersebut jauh di bawah perusahaan sejenis terdekatnya Shopify Inc dengan saham ditransaksikan pada P/S tahun 2023 sekitar 15-16 kali. Rata-rata P/S perseroan juga di bawah rata-rata P/S saham emiten ecommerce untuk perkiraan tahun 2023 sekitar 4-5 kali,” tulis timi RHB Sekuritas Indonesia dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, Jumat (21/1).

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN