Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor memantau pergerakan saham. Foto ilustrasi Investor Daily/David Gita Roza

Investor memantau pergerakan saham. Foto ilustrasi Investor Daily/David Gita Roza

Net Buy Tembus Rp 6 T, Asing Getol Beli Saham-saham Ini

Sabtu, 22 Januari 2022 | 18:01 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Investor asing mencatat transaksi beli bersih (net buy) saham sebesar Rp 972,65 miliar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (21/1). Dengan demikian, sepanjang tahun 2022, investor asing telah membukukan net buy sebesar Rp 6,01 triliun.

Asing telah memborong saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy sebesar Rp 2,3 triliun sepanjang tahun berjalan, harga BBCA pun melonjak 8,9%. Kemudian, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) sebesar Rp 1,5 triliun, harga ARTO melesat 18,75%.

Selanjutnya, asing mengakumulasi saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy sebesar Rp 737,8 miliar, harga BBRI naik 1,46%. Saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 726,9 miliar, harga TLKM melonjak 7,18%. Saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sebesar Rp 602,7 miliar, namun harga EMTK anjlok 13,16%.

Baca juga: Mantap! Market Cap BEI Bertambah Rp 102,3 Triliun

Sebelumnya, Phintraco Sekuritas dalam laporannya menyebutkan, ada indikasi rotasi pelaku pasar, terutama investor asing, dari saham-saham high-growth ke saham-saham blue chip dengan fundamental solid atau yang berpotensi mencatatkan peningkatan kinerja keuangan signifikan pada 2021.

Menurut perusahaan efek tersebut, hal itu sejalan dengan peningkatan uncertainty risk dari proyeksi peningkatan kasus harian Covid-19 di Indonesia pada pertengahan Februari 2021, serta The Fed yang lebih agresif dalam melakukan normalisasi kebijakan moneter pada 2022.

Baca juga: IHSG Tembus 6.700, Bukti January Effect Terjadi Tahun ini?

Sementara itu, dalam sepekan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat sebesar 0,49% ke level 6.726,37 dari posisi pekan lalu 6.693,4. Nilai kapitalisasi pasar (market cap) Bursa Efek Indonesia (BEI) selama sepekan ini bertambah Rp 102,3 triliun atau tumbuh 1,22% dibandingkan penutupan pekan lalu yang sebesar Rp 8.360,7 triliun.

Namun, rata-rata nilai transaksi harian bursa selama sepekan ini turun 0,13% menjadi Rp 11,51 triliun dari Rp 11,53 triliun pada penutupan pekan sebelumnya. Penurunan turut terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian bursa sebesar 4,65% menjadi 1.302.330 transaksi dari 1.365.875 transaksi pada penutupan pekan lalu.

Sedangkan rata-rata volume transaksi harian bursa juga turun sebesar 5,49% menjadi 17,73 miliar saham dari 18,76 miliar saham pada pekan sebelumnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN