Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi Bitcoin (BTC)

Ilustrasi Bitcoin (BTC)

Awal Pekan, Bitcoin (BTC) dan Kripto Teratas Lainnya Mulai Bangkit Lagi

Senin, 24 Januari 2022 | 06:22 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Mengawali pekan, semua koin kripto, terutama koin dengan kapitalisasi besar seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Cardano (ADA) dan Solana (SOL) berhasil bangkit dari titik-titik terendahnya pada akhir pekan kemarin.

Mengutip coinmarketcap.com pukul 06.00 WIB Senin (24/1), BTC ada di posisi US$ 35.469,99 atau naik 1,61% dalam sehari, namun masih ambles 17,87% dibandingkan pekan lalu. ETH dalam perdagangan sehari naik 2,53% menjadi US$ 2.443,76 dan dibandingkan pekan lalu turun 27,04%. Begitujuga dengan BNB yang ikut naik 4,36% dalam sehari ke US$ 370,99 dan dibandingkan pekan lalu turun 25,75%.

Baca juga: Ini Dia 8 Pemicu yang Hajar Harga Bitcoin (BTC) di Tahun Ini

Lalu ADA naik 1,80% ke US$ 1,08 dan dalam sepekan masih minus 23,04%. Kemudian, SOL naik 2,78% dalam sepekan ke US$ 96,03 dan dibandingkan pekan lalu masih anjlok 35,07%.

Bitcoin tampak stabil pada hari Minggu setelah aksi jual yang luar biasa keras, tetapi aset kripto terbesar itu masih di jalur untuk kinerja mingguan terburuknya dalam delapan bulan.

Harga Bitcoin turun 19% dalam tujuh hari terakhir, terburuk sejak Mei 2021, ketika kekhawatiran tindakan keras baru Tiongkok terhadap perdagangan dan penambangan asset kripto membuat pasar terguncang, dan tweet CEO Tesla Elon Musk memusatkan perhatian publik pada potensi kerusakan lingkungan jaringan blockchain Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin (BTC) Ambruk Ke Level Terendah Sejak September, Sejenak Tinggalkan Level US$ 40.000

Kali ini, pedagang kripto tampaknya ketakutan bahwa Federal Reserve akan bergerak cepat selama beberapa bulan ke depan untuk memperketat kondisi moneter yang secara historis berada pada level yang longgar sejak virus corona menyerang ekonomi pada Maret 2020.

Stimulus The Fed, termasuk triliunan dolar pencetakan uang secara luas disebut-sebut sebagai alasan kenaikan harga Bitcoin pada tahun 2020 dan 2021, termasuk kenaikan ke harga tertinggi sepanjang masa sebesar US$ 69.000 pada bulan November. Namun kali ini, harga Bitcoin belum pernah serendah ini sejak Juli 2021.

 

 

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN