Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Petugas berjaga di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Petugas berjaga di depan monitor saham di Bursa Efek Indonesia. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Tertekan Omicron dan The Fed, IHSG Ditutup Melemah 1,06%

Senin, 24 Januari 2022 | 15:10 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Dibuka dibuka terkoreksi 25,5 poin (0,38%) di level 6.700,82, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup pada melemah perdagangan sesi II Senin (24/1). IHSG terkoreksi 71,2 poin atau 1,06% ke level 6.655,16.

Sebanyak lebih dari 19,33 miliar saham telah diperdagangkan penutupan perdagangan sesi II. Dengan nilai perdagangan sekitar Rp 9,92 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 1,24 juta kali transaksi. Sebanyak 175 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan. Sedangkan 358 saham mengalami penurunan, dan 148 saham stagnan.

Tidak hanya itu, indeks LQ45 pun mencatatkan penurunan sehingga tidak mampu menopang pergerakan IHSG. Berdasarkan data IDX pada pukul 14.50 WIB, LQ45 terkoreksi  -1,18% menjadi 948.468. Hal serupa terjadi pada Indeks syariah atau JII turun -0,98% menjadi 560.746. Serta, saham-saham yang tergabung dalam Investor33 yang merosot -1,13% menjadi 442.946.

Baca juga : IHSG Lanjutkan Pelemahan di Sesi II, Cermati Tiga Saham Pilihan

Ditambah lagi, mayoritas sektor-sektor saham juga terkoreksi pada sesi II. Koreksi terdalam dicatatkan IDX Sector Technology ( -2,93%), IDX Sector Infrastructure ( -1,58%), IDX Sector Finance (-1,24%), IDX Sector Basic Materials (-0,85%), dan IDX Sector Consumer Non-Cyclicals (-0,75%). 

Pada akhir perdagangan sesi II, investor asing jual bersih (net sell) pada sejumlah saham sebesar 8,98 Rp miliar. Saham-saham yang banyak dijual asing adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 33,5 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 28,4 miliar, PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) sebanyak Rp 16,4 miliar, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) sebesar Rp 14,5 miliar, PT Bukalapak.com (BUKA) sebanyak Rp 12,7 miliar. 

Meski demikian, investor asing masih mencatatkan beli bersih (net buy) sebanyak Rp 24,26 miliar. Tiga saham yang paling banyak diborong asing adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 52 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 43,1 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebanyak Rp 21 miliar. 

Pergerakan IHSG disinyalir akibat kekhawatiran pasar mengenai pelemahan signifikan bursa AS di akhir pekan lalu dan menanti hasil pertemuan 2 hari The Fed yang akan dimulai besok hingga Rabu. Dengan kondisi inflasi AS yang masih cenderung berada dalam tren naik maka besar kemungkinan The Fed kembali menjalankan kebijakan tapering-nya dan dibarengi dengan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan pertamanya tahun ini.

Baca juga :  Pembukaan Sesi II, IHSG Makin Loyo

Selain itu, kekhawatiran pasar mengenai perkembangan kasus infeksi harian Covid-19. Sebab, meningkat hampir 18x sejak awal tahun dipengaruhi oleh peningkatan kasus konfirmasi Omicron yang terus meningkat di Indonesia. Terlebih, hingga saat ini secara kumulatif tercatat ada 1,161 kasus konfirmasi Omicron telah ditemukan di Indonesia.

Bahkan, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marives) sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan memberi sinyal level PPKM di Ibu Kota akan dinaikkan dari 2 menjadi level 3. Kondisi pandemi Covid-19 di DKI Jakarta diibaratkannya teater perang. Hal ini mengakibatkan, kemungkinan besar PPKM akan mengalami perubahan.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN