Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas di depan layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.  Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Karyawan melintas di depan layar elektronik yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Saham SMR Utama (SMRU) Terancam Delisting

Senin, 24 Januari 2022 | 19:18 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id - Saham PT SMR Utama Tbk (SMRU) terancam delisting dari Bursa Efek Indonsia (BEI) setelah mengalami suspensi lebih dari 24 bulan terakhir. Potensi delisting tersebut sesuai dengan ketentuan BEI.

Berdasarkan data, saham SMRU telah dihentikan sementara (suspend) di BEI sejak 23 Januari 2020. Harga saham SMRU sebelum disuspensi berada di level Rp 50 per saham. Suspensi saham ini diambil BEI setelah berkaitan dengan pemeriksaan kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) pada 2020.

Sebelumnya, BEI mengungkapkan, sebanyak 11 emiten berpotensi dihapus pencatatan sahamnya (delisting), karena perdagangan saham emiten-emiten itu telah dihentikan sementara (suspensi) sejak lama.

Baca juga: Gawat, Ini Daftar 11 Emiten yang Terancam Delisting!

Potensi delisting saham 11 emiten tersebut dirilis BEI sejak 3 Januari hingga 18 Januari 2022. Pengumuman yang disampaikan BEI mengacu pada sejumlah peraturan, salah satunya Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (Delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting) Saham di Bursa.

BEI dapat menghapus saham perusahaan tercatat, jika perusahaan tersebut mengalami kondisi atau peristiwa yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial maupun hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan terbuka. Sementara, perusahaan tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai.

“Saham perusahaan tercatat yang akibat suspensi di pasar reguler dan pasar tunai tersebut, hanya diperdagangkan di pasar negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 bulan terakhir,” sebut BEI dalam keterangan tertulis.

Baca juga: BEI Pantau dan Bina Emiten yang Terancam Delisting

Sejumlah saham yang berpotensi delisting terdiri atas NIPS, SUGI, PLAS, MGNA, TRIO, MYRX, Selanjutnya, 5 emiten telah diperingatkan soal potensi delisting, meskipun belum mencapai suspensi saham selama 24 bulan, seperti saham LAPD, COWL, GTBO, DPUM, dan BUVA.

 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN