Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengembangan baru di kawasan perumahan Talaga Bestari, Tangerang

Pengembangan baru di kawasan perumahan Talaga Bestari, Tangerang

Usai Raih Rp 1,64 Triliun, Intiland (DILD) di Tahun Ini Incar Pra Penjualan Rp 2,4 Triliun

Selasa, 25 Januari 2022 | 06:40 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id - Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk (DILD) menargetkan pra penjualan atau marketing sales pada tahun 2022 sebesar Rp 2,4 triliun atau melonjak 47% dari pencapaian tahun lalu.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono berharap tahun 2022 sebagai momentum pemulihan bagi pasar properti nasional sekaligus meningkatnya daya serap pasar.  Adapun, untuk mencapai target pra penjualan tersebut, perseroan masih akan mengandalkan hasil penjualan dari beberapa pengembangan proyek baru yang akan diluncurkan tahun ini maupun dari pengembangan baru di proyek-proyek berjalan.

“Tahun ini kami rencananya meluncurkan sejumlah proyek baru, seperti perumahan maupun komersial. Proyek-proyek baru ini sudah masuk dalam pipeline pengembangan dan menunggu momentum terbaik untuk peluncuran di tahun ini,” kata Archied dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (25/1).

Beberapa pengembangan baru yang akan diluncurkan tahun ini antara lain sebuah proyek perumahan di Jakarta Utara, pengembangan tiga klaster baru di Surabaya dan Jakarta, serta properti komersial di Tangerang.

Baca juga: Intiland (DILD) Kolaborasi Bangun Simpang Temu Lebak Bulus

DILD berharap pasar properti nasional dapat tumbuh stabil sepanjang tahun ini. Manajemen perseroan menyiapkan sejumlah strategi kunci untuk meningkatkan kinerja penjualan dan memberikan kemudahan pembelian kepada para konsumen, seperti program promo terpadu yang akan diselenggaran tahun ini.

Perseroan percaya tingkat kebutuhan produk-produk properti hunian masih bisa diandalkan dan akan terus meningkat. Untuk produk perumahan, portofolio proyek Perseroan antara lain perumahan Serenia Hills, Talaga Bestari, DUO, Magnolia Residence, Pinang Residences, dan South Grove yang berlokasi di Jakarta dan Tangerang, serta perumahan Graha Famili, Graha Natura, dan Amesta di Surabaya.

Sementara untuk memenuhi produk hunian bertingkat, perseroan mengandalkan penjualan dari beberapa proyek di Jakarta seperti apartemen Fifty Seven Promenade, 1Park Avenue, SQ Res, Regatta dan Aeropolis. Sedangkan di wilayah Surabaya, Perseroan memasarkan Graha Golf, The Rosebay, dan Praxis, Tierra, dan Sumatra36.

Adapun sepanjang tahun 2021 Intiland mencatatkan pra pendapatan Rp 1,64 triliun atau melonjak 75% dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebesar Rp 937 miliar.

Archied tahun lalu sukses memasarkan dua pengembangan proyek baru yakni Amesta Living di Surabaya dan DUO Talaga Bestari di Tangerang. “Tahun lalu pasar properti sudah mulai kembali bergerak. Stimulus kebijakan dari Pemerintah terbukti cukup efektif mendorong penjualan properti, khususnya pada segmen perumahan. Penjualan Intiland di segmen ini cukup meningkat, baik dari pengembangan proyek baru atau proyek-proyek yang sudah berjalan,” katanya.

Dari empat segmen pengembangan yang dimiliki Intiland, kawasan perumahan berhasil memberikan kontribusi marketing sales terbesar. Tahun 2021 segmen ini membukukan hasil penjualan Rp 922 miliar atau 56% dari keseluruhan. Perolehan ini melonjak sebesar 45% dibandingkan perolehan marketing sales sebesar Rp 638 miliar di tahun 2020.

Kontributor marketing sales berikutnya bersumber dari pengembangan segmen mixed-use & high rise sebesar Rp 390 miliar atau 24% dari keseluruhan. Hasil penjualan segmen ini juga melejit 159% dibandingkan tahun 2021 yang tercatat sebesar Rp 151 miliar.

“Lonjakan hasil penjualan di segmen mixed-use and high rise terutama berasal dari peluncuran proyek baru Tierra SOHO di Surabaya pada triwulan kedua tahun lalu dan penjualan unit-unit apartemen 1Park Avenue, The Rosebay, Graha Golf, dan Aeropolis,” ungkap Archied.

Baca juga: Intiland Perkuat Pasar Co-Working Space di Surabaya
Tren pertumbuhan positif terjadi pula pada segmen pengembangan kawasan industri. Tahun 2021, segmen kawasan industri membukukan marketing sales sebesar Rp 329 miliar, atau naik 123% dibandingkan pencapaian tahun 2020 senilai Rp 148 miliar. Penjualan dari segmen ini berhasil memberikan kontribusi sebesar 20% dari total perolehan marketing sales tahun 2021.

Dari hasil pencapaian ini, Archied menegaskan bahwa strategi Perseroan dalam meluncurkan proyek-proyek baru terbukti cukup efektif untuk mendongkrak kinerja penjualan. Dari total perolehan marketing sales yang dibukukan pada tahun lalu, sebesar Rp 814,7 miliar atau 50% dari keseluruhan berasal dari peluncuran proyek-proyek baru.

“Meskipun tahun lalu masih dalam kondisi pandemi, masyarakat sudah mulai kembali melakukan pembelian dan investasi. Kami masuk pada momentum yang tepat untuk peluncuran proyek baru dan hasilnya efektif karena mendapatkan sambutan dan apresiasi yang sangat positif dari pasar. Kami percaya kondisi akan semakin membaik ke depan dan konsumen tidak lagi bersikap wait and see,” jelas dia.

 

 

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN