Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kegiatan konstruksi.Foto ilustrasi: Kementerian PUPR

Kegiatan konstruksi.Foto ilustrasi: Kementerian PUPR

Mirae Asset Sekuritas Nilai Saham Konstruksi Overweight, Apa Saham Top Pick-nya?

Selasa, 25 Januari 2022 | 09:24 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Mirae Asset Sekuritas menilai saham sektor konstruksi Overweight. Hal ini dikarenakan kontrak baru 2021 pencapaian melambat dan Kuartal 4 2021 realisasi akhir tahun di bawah perkiraan. Lalu apa saham top pick dari Mirae Asset Sekuritas?

Analis Mirae Asset Sekuritas Joshua Michael menjelaskan PTPP membukukan Rp 21,3 triliun kontrak baru pada 2021 (-4,1% YoY), 5,8% lebih rendah dari ekspektasi sebesar Rp 22,6 triliun (vs realisasi 2020 sebesar Rp 22,3 triliun). PTPP menargetkan kontrak baru senilai Rp 31 triliun pada 2022. PTPP mengharapkan untuk memperoleh nilai proyek EPC yang jauh lebih tinggi dari hanya Rp 376 miliar di 2021 menjadi Rp 4,2 triliun pada 2022.

Baca juga :  Ramai-ramai Emiten BUMN Konstruksi Jual Aset Properti, Ada Apa?

“Secara keseluruhan, kami mempertahankan target kontrak baru FY22 kami sebesar Rp 26 triliun,” ungkap Joshua dalam risetnya.

Sedangkan WSKT, Joshua menambahkan perseroan berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 20,5 triliun pada 2021. Angka itu 20,5% lebih tinggi dari ekspektasi sebesar Rp 17 triliun (vs realisasi 2020 sebesar Rp 27 triliun). Dengan likuiditas dan dukungan pemerintah dalam bentuk penjaminan pemerintah untuk pinjaman sindikasi, penerbitan obligasi/sukuk dan rights issue, Mirae Asset Sekuritas meningkatkan target kontrak baru 2022 dari Rp 20 triliun menjadi Rp 23 triliun.

“WSKT bertujuan untuk mendapatkan kontrak baru senilai Rp 25-30 triliun pada 2022,” papar Joshua.

Mirae Saham Konstruksi
Mirae Saham Konstruksi

Sementaara itu, lanjut Joshua, ADHI membukukan Rp 15,2 triliun kontrak baru pada 2021 (-22,8% YoY). Angka itu 29,6% lebih rendah dari ekspektasi sebesar Rp 21,6 triliun (vs realisasi 2020 sebesar Rp 19,7 triliun). Dengan 2 proyek besar yang diperkirakan akan dialihkan ke 2022 (Rp7 triliun dari jalan tol JORR Elevated dan Rp2 triliun dari jalan tol Jogja-Bawen), ADHI mengharapkan kontrak baru sebesar Rp25-28 triliun pada 2022.

“Oleh karena itu, kami mempertahankan target kontrak baru 2022 kami sebesar Rp 25 triliun,” papar Joshua.

Baca juga : TERPOPULER: Ada Apa dengan Saham Bukopin (BBKP) dan BUMN Konstruksi?

Lebih lanjut Joshua menilai WEGE membukukan Rp2,7 triliun kontrak baru di 2021 (-11,1% YoY). Angka itu 10,0% lebih rendah dari ekspektasi sebesar Rp21,6 triliun (vs realisasi 2020 sebesar Rp 3 triliun). WEGE menargetkan Rp 7,1 triliun pada 2022.

Joshua menilai WTON berhasil membukukan kontrak baru sebesar Rp 5,2 triliun pada 2021 (+21,9% YoY). Angka itu 13,2% lebih rendah dari ekspektasi sebesar Rp 6 triliun (vs realisasi 2020 sebesar Rp 4,3 triliun). Joshua menegaskan pihaknya memotong estimasi kontrak baru 2022 dari Rp 6,6 triliun menjadi Rp 6 triliun. Karena itu, pihaknya juga mungkin akan merevisi pendapatan dan laba bersih 2022-2023.

“Kami mempertahankan rekomendasi Overweight kami di sektor ini saat ini, dengan WSKT sebagai top pick kami,” tutupnya.
 

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN