Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor memantau pergerakan saham di salah satu sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Investor memantau pergerakan saham di salah satu sekuritas di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Pertumbuhan Investor Ritel Perlu Diimbangi Investor Institusional

Selasa, 25 Januari 2022 | 13:26 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pertumbuhan investor ritel domestik di pasar modal juga harus diimbangi dengan pertumbuhan investor institusi dan global. Hal ini juga guna mempertahankan stabilitas pasar.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen menjelaskan, jumlah investor di pasar modal Indonesia meningkat pesat dari sekitar 1 juta investor pada 2017 menjadi hampir 7,5 juta investor pada tahun 2021.

“Ke depan memang kita harus terus kembangkan pasar modal melalui pertumbuhan investor domestik. Tapi jangan lupa untuk terus berupaya untuk meningkatkan partisipasi dari investor global,” kata Hoesen dalam Seminar Pencapaian Pasar Modal 2021 secara daring, Selasa (25/1).

Baca juga: Potensi Penghimpunan Dana IPO Start-up Unicorn dan Decacorn Jumlahnya Tak Main-main

Dia menyebutkan, pertumbuhan investor ritel memang akan meningkatkan daya tahan pasar modal. Namun, tetap harus diimbangi dengan pertumbuhan investor institusional maupun global karena aset investor ritel tentu terbatas dibandingkan yang dimiliki investor institusional maupun investor asing. Karena itu, dia kembali mengingatkan, perlu ada keseimbangan. “Ini harus jadi orientasi kita menyeimbangkan,” terang Hoesen.

Salah satu cara meningkatkan jumlah investor adalah mendorong initial public offering/IPO dari start-up unicorn maupun decacorn. Menurut Hoesen, dengan IPO dan masuknya perusahaan kategori new economy itu ke Bursa Efek Indonesia (BEI) selain diharapkan dapat meningkatkan kapitalisasi pasar di BEI juga menjadi daya tarik investor.

“Masuknya perusahaan kategori new economy diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi investor regional dan global untuk masuk ke pasar modal Indonesia,” sebut Hoesen.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan, data per 21 Januari 2022 mencatat bahwa jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 7,75 juta investor. Adapun untuk jumlah investor sahamnya sebanyak 3,5 juta investor.

Baca juga: Jumlah Investor Pasar Modal Ditarget 10 Juta Orang Tahun Depan

“Dari sisi investor pasar modal per 21 Januari 2022, telah terdapat penambahan lebih dari 260.000 investor pasar modal baru (dibandingkan Desember 2021) menjadi 7,75 juta investor. Di antara investor pasar modal itu, jumlah investor saham juga mengalami peningkatan lebih dari 80.000 investor menjadi 3,5 juta investor,” terang Inarno.

Dia menyampaikan, peningkatan jumlah investor merupakan hasil dari upaya BEI bersama stakeholders yang terus-menerus dalam melakukan sosialisasi dan edukasi. 

 

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN