Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Armada Garuda Indonesia.

Armada Garuda Indonesia.

Soal Restrukturisasi Utang Garuda (GIAA), Erick Thohir Sebut Ada Kabar Baik

Selasa, 25 Januari 2022 | 13:37 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, sebanyak 4 lessor yang menyewakan pesawat kepada PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) telah menyetujui proposal perdamaian terkait restrukturisasi utang perseroan. Sisanya sebanyak 35 lessor masih dalam proses negosiasi.

“Kami dapat dukungan 4 lessor, yang masih progres 35 lessor. Ini yang kami sedang dorong supaya mayoritas lessor mendukung restrukturisasi," kata Erick Thohir dalam rapat kerja di Komisi VI DPR, Selasa (25/1).

Dia menegaskan, 4 lessor tersebut merupakan lessor besar. Ini merupakan kabar baik bagi proses restrukturisasi utang Garuda Indonesia. “Secara persentase, kalau bisa dapat tambahan 3 lessor ini artinya mayoritas lessor menyetujui. Sisa yang banyak itu kecil-kecil," sebut Erick.

Baca juga: Erick Thohir Jamin Pelaporan Dugaan Korupsi Tak Ganggu Proses Restrukturisasi Garuda Indonesia (GIAA)

Sementara itu, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutus untuk memperpanjang proses PKPU GIAA menjadi PKPU tetap selama 60 hari yang berakhir pada 21 Maret 2022. Sejalan dengan itu, Erick menilai pentingnya payung hukum melalui PKPU di persidangan agar hasil akhir proposal perdamaian dapat mengikat seluruh lessor.

“Contoh keberhasilan sudah ada, seperti di Philippine Airlines yang berhasil merestrukturisasi US$ 2 miliar. Tentu momentum ini akan kami dorong untuk perbaikan sistem dan cost structure di Garuda," ujar Erick.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan, perpanjangan proses PKPU dilakukan secara aklamasi atas permintaan debitur dan mayoritas kreditur. “Waktu tambahan ini memberikan kesempatan bagi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat untuk menuntaskan verifikasi dan memastikan proses PKPU berjalan sesuai dengan prinsip kehati-hatian. Perpanjangan ini juga sekaligus memberi kami waktu untuk menyiapkan rencana perdamaian yang lebih matang melalui negosiasi yang semakin intens dan konstruktif," jelas dia.

Baca juga: CT Tambah Modal di Garuda Indonesia (GIAA), Investor Strategis Diundang Gabung

Selama perpanjangan, menurut Irfan, seluruh pemangku kepentingan akan berkoordinasi dengan tim pengurus untuk melengkapi berbagai aspek administratif dalam tahapan PKPU, termasuk melengkapi dokumen verifikasi serta menyelesaikan perhitungan utang piutang agar tim pengurus dapat menerbitkan daftar piutang tetap (DPT) sebagai dasar pemungutan suara.

GIAA juga mempersiapkan rencana perdamaian dan melanjutkan negosiasi dengan kreditur yang selama ini telah berlangsung dan berupaya melakukan finalisasi usulan rencana perdamaian tersebut dalam kerangka komersial yang selaras dengan kepentingan semua pihak.

“Selama proses PKPU berlangsung, kami memastikan seluruh layanan penerbangan termasuk layanan penumpang, kargo, dan perawatan pesawat tetap beroperasi secara normal,” ujar Irfan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN