Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Karyawan melintas didepan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan AR

Karyawan melintas didepan monitor saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Siap-siap, BEI Beri Notasi Khusus bagi Emiten New Economy

Selasa, 25 Januari 2022 | 13:49 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menerbitkan notas baru, yakni notasi ‘N’ sebagai tanda bagi perusahaan tercatat yang menerapkan sahamnya dengan hak suara multipel.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menjelaskan, terkait implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 22/POJK.04/2021 tentang Klasifikasi Saham dengan Hak Suara Multipel oleh Emiten dengan Inovasi dan Tingkat Pertumbuhan Tinggi yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas Berupa Saham, serta perubahan Peraturan Pencatatan Saham BEI No. I-A, maka pihaknya menerbitkan notasi baru.

Baca juga: Pertumbuhan Investor Ritel Perlu Diimbangi Investor Institusional

“Menerbitkan notasi baru yakni notasi ‘N’ sebagai tanda bagi perusahaan tercatat yang menerapkan sahamnya dengan hak suara multipel. Notasi ini diharapkan dapat meningkatkan keterbukaan informasi terkait dengan status masing-masing perusahaan tercatat,” ungkap Inarno dalam Seminar Pencapaian Pasar Modal 2021 secara daring, Selasa (25/1).

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen mengatakan, OJK bersama BEI menerapkan kebijakan yang diharapkan meningkatkan pertumbuhan jumlah emiten dan nilai emisi di masa depan

Regulasi itu sebagai langkah mengantisipasi pesatnya perkembangan perusahaan start-up kategori unicorn dan decacorn serta berbagai perusahaan lain berkategori new economy.

Hoesen menambahkan, untuk mendukung penerbitan POJK itu BEI telah merevisi Peraturan Pencatatan Saham BEI No. I-A untuk semakin memperluas kesempatan bagi perusahaan-perusahaan baik konvensional maupun new economy untuk memanfaatkan pendanaan di pasar modal Indonesia.

Baca juga: Masuki Era New Economy, Prospek Saham Teknologi Kinclong

Berbagai kebijakan tersebut, terang Hoesen, diharapkan akan meningkatkan optimisme bagi pertumbuhan jumlah emiten dan nilai emisi di masa depan. Apalagi, mengingat potensi penghimpunan dana yang dapat diraih dari IPO perusahaan startup uncorn dan decacorn serta perusahaan berkategori new economy terbilang cukup besar. “Mudah-mudahan potensi ini bisa kemudian direalisasikan,” lengkap Hoesen.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN