Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda

Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda

Aspakrindo Ingatkan Hati-Hati Terhadap Modus Penipuan Berkedok Kripto

Rabu, 26 Januari 2022 | 09:14 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo)  sepakat dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mewaspadai dugaan penipuan skema ponzi atau money game bermodus investasi aset kripto. Adapun, dari sisi transaksi telah diatur resmi oleh Bappebti, mulai dari pembelian aset kripto hingga jenis token atau koin yang diperbolehkan.

“Kami selalu berupaya mengedukasi kepada masyarakat tentang kehati-hatian dalam berinvestasi aset kripto. Di samping itu, kami menyambut baik diskusi dengan semua stakeholder terkait dan terus berkontribusi untuk membangun pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika yang lebih luas tentang manfaat industri aset kripto yang sehat,” kata Ketua Aspakrindo Teguh Hermanda kepada Investor Daily, Rabu (26/1).

Baca juga: Waspadai Skema Ponzi Bermodus Kripto, OJK Minta Perketat Aturan Penggunaan Rekening Bank

Manda biasa dia disapa mengakui bahwa setiap produk investasi pasti memiliki resiko. Di mana, semakin tinggi potensi keuntungan juga akan diikuti dengan semakin tingginya tingkat resiko, begitupun sebaliknya. Hal ini berlaku di semua investasi, termasuk aset kripto.

Adapun, perdagangan atau investasi aset kripto di Indonesia diperbolehkan dan diawasi oleh Bappebti di bawah Kementerian Perdagangan sejak 2019. Ada berbagai peraturan dari Bappebti yang melindungi investor, pedagang dan lembaga terkait lainnya, salah satunya Peraturan Bappebti No. 8 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

Baca juga: Skema Ponzi dan Investasi Bodong

Sementara itu,  Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, imbauan atas tidak bertransaksi kripto termasuk di exchange yang resmi oleh beberapa lembaga dinilainya tidak akan banyak berpengaruh terhadap minat investasi masyarakat terhadap investasi yang sedang hype tersebut.

“Masyarakat masih tertarik berinvestasi di aset kripto, terlebih setelah fenomena NFT yang menghasilkan keuntungan besar. NFT sendiri pembayaran dilakukan menggunakan kripto,” katanya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN