Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung kantor BNI. Foto: BNI

Gedung kantor BNI. Foto: BNI

Ini Update Rencana Rights Issue BNI (BBNI)

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:39 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) semakin mematangkan rencananya untuk melakukan penambahan modal melalui rights issue. Sesuai rencana, rights issue akan dilakukan pada semester II-2022 dengan perkiraan dana sebesar Rp 8 triliun hingga Rp 11 triliun.

Direktur Keuangan BNI Novita W Anggraini menjelaskan, dalam rights issue ini, perseroan berharap pemerintah bisa ikut serta. 

"Kami mengharapkan pemerintah bisa ikut menyerap rights issue dengan nilai sekitar Rp 3,5 triliun sehingga total nilai rights issue mencapai Rp 8 triliun hingga Rp 11 triliun," ujar Novita dalam acara Analyst Meeting BNI secara Virtual, Rabu (26/1).

Baca juga: Transformasi Bank Mayora Jadi Bank Digital, BNI (BBNI) Ungkap Arah ke Depannya

Novita menjelaskan, saat ini permodalan BNI masih cukup solid. Per akhir 2021, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) tier-1 BNI mencapai 17,7% atau meningkat dari akhir 2020 yang mencapai 15,7%. Namun, perseroan fokus dalam bisnis berkelanjutan sehingga membutuhkan permodalan yang lebih memadai. Karenanya, perseroan membutuhkan dukungan pemerintah dalam rights issue ini.

Baca juga: Widodo Makmur Unggas (WMUU) Raih Kredit dari BNI, Cek Penggunaannya

"Dukungan pemerintah bisa memberikan kami fleksibilitas untuk mengembangkan bank digital yang tentunya membutuhkan lebih banyak injeksi dana," terang dia.

Selain itu, BNI juga perlu mengantisipasi adanya risiko taper tantrum yang bisa berdampak negatif kepada credit rating. Kendati demikian, BNI menegaskan, dana dari rights issue tidak akan digunakan untuk menambah provisi karena saat ini sudah sekitar 95% debitur yang kreditnya sudah direstrukturisasi.

Editor : Gita Rossiana (gita.rossiana@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN