Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pengunjung melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pengunjung melihat pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Sempat Berfluktuasi, IHSG Ditutup Terkoreksi 0,19%

Rabu, 26 Januari 2022 | 11:46 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id — Dibuka naik 1,64 poin (0,03%) di level 6.569,81, indeks harga saham gabungan (IHSG) terus terjun ke zona merah setelah sempat bergerak fluktuasi pada penutupan sesi I Rabu (26/1). IHSG terkoreksi 12,16 poin atau 0,19% ke level 6.556.

Sebanyak lebih dari 14, 91 miliar saham telah diperdagangkan selama sesi I. Dengan nilai perdagangan sekitar Rp 7,17 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 907.115 kali transaksi. Sebanyak 219 saham mencatatkan kenaikan, 295 saham terkoreksi, dan 145 saham stagnan.

Baca juga : IHSG Kembali Koreksi 12,17 Poin, Saham NETV dan IPTV Auto Reject Atas

Sedangkan bursa Asia yang pada siang ini terpantau mayoritas masih bergerak di zona hijau. Sebut saja Hang Seng (Hong Kong) terkerek 0,16% menjadi 24.283, dan Straits Time (Singapura) melonjak 0,85% menjadi 3.275. Shanghai (Shanghai) mencatatkan kenaikan 0,14%) menjadi 3.437. Hanya Nikkei (Tokyo) yang mencatatkan penurunan sebesar 0,02% menjadi 27.126.

Pada perdagangan Rabu (26/1), pergerakan IHSG juga dibayangi oleh ekspektasi pelaku pasar bahwa the Fed akan tetap mempertahankan pandangan dan kebijakan hawkish dalam FOMC 25-26 Januari 2022 waktu setempat.

Masih dari eksternal, pelaku pasar juga memperhatikan peningkatan potensi konflik geopolitik di perbatasan Ukraina dengan Rusia. Sebelumnya, U.S. State Department merekomendasikan kepada semua warga negara AS untuk segera meninggalkan Ukraina pada Senin (24/1).

Dari dalam negeri, pelaku pasar khawatir adanya potensi pengetatan PPKM, terutama di kota atau wilayah dengan tren kenaikan kasus harian covid-19 dalam sepekan terakhir.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 34,297.73 (-0.19%), NASDAQ ditutup 13,539.30 (-2.28%), S&P 500 ditutup 4,356.45 (-1.22%). Wall Street mengakhiri hari lebih rendah pada perdagangan Selasa setelah perdagangan yang penuh gejolak. Sementara minyak melonjak lebih dari 2% karena ketegangan geopolitik dan pembaruan Federal Reserve hari Rabu menyita fokus investor.

Investor sedang menunggu hari kamis, ketika The Fed akan memperbarui rencana kebijakannya, kemungkinan menyempurnakan waktu kenaikan suku bunga yang diharapkan dan menyusutnya neraca besar-besaran. Kekhawatiran tentang potensi konflik di Eropa timur juga mendorong harga minyak lebih tinggi.

Baca juga : IHSG Bergerak Fluktuatif Sejam Perdagangan 

Kinerja saham-saham ungggulan juga bergerak beragam. Berdasarkan data IDX, pukul 11.29 WIB, menunjukan LQ45 turun -1,11%. Indeks saham-saham syariah yang tergabung dalam JII naik 0,4%. Serta, Investor33 terkoreksi -0,08%. 

Sedangkan, mayoritas sektor saham tercatat masih bergerak positif karena mencatatkan kenaikan pada penutupan perdagangan Sesi I. Kenaikan terbesar dipimpin oleh IDX Sector Technology 1,43%, IDX Sector Healthy 0,95%, IDX Sector Consumer Cyclicals 0,89%, IDX Sector Energy 0,38%, dan IDX Sector Infrastructure 0,19%.

Pada perdagangan Rabu (26/1), investor asing tercatat melakukan transaksi beli bersih (net buy), sebesar Rp 16,74 miliar. Saham-saham yang banyak diborong asing adalah PT Bank Negara Indonesia TBk (BBNI) sebanyak Rp 81,5 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebanyak Rp 42,2 miliar, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) Rp 18 miliar, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sebanyak Rp 12,2 miliar, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) sebnayak Rp 10 miliar. 

Meski demikian, asing juga terlihat mencatatkan jual bersih (net sell) pada sejumlah saham sebesar Rp 90,47 miliar. Saham-saham yang banyak dijual asing pada sejam perdagangan adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) sebanyak Rp 89 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp 68,4 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp 63,9 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebanyak Rp 27 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) sebanyak Rp 16,6 miliar.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN