Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Menteri BUMN Erick Thohir. Sumber: BSTV

Menteri BUMN Erick Thohir. Sumber: BSTV

Erick Thohir Tegaskan Baru di Kasus Ini Ada Solusi Bagi Korban yang Dirugikan

Rabu, 26 Januari 2022 | 17:30 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Penyelesaian kasus PT Jiwasraya menjadi komitmen bagi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pasalnya, hal itu menyangkut kepercayaan besar terhadap industri asuransi dan dana pensiun ke depannya. Apalagi kasus serupa juga terjadi di PT Asabri.

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan bahwa penuntasan kasus mega skandal Jiwasraya akan memberikan solusi bagi para korban. Bahkan, dia menegaskan penyelesaian asuransi Jiwasraya ini baru terjadi dibandingkan kasus-kasus lainnya.

Baca juga: Pejabat Korupsi, Erick Thohir Sindir Seperti “OKB” Kaget Punya Duit Banyak

"Namun yang membedakan kita dengan kasus-kasus korupsi yang lain, bahwa kasus Jiwasraya ini ada solusi bagi yang dirugikan. Bukan pending kasus yang tidak ada penjelasannya, dan ini yang tersakiti berapapun yang dikembalikan itu jelas hitam di atas putihnya," katanya dalam Kuliah Umum Fakultas Hukum Unika Atmajaya “Efektivitas Penanganan Hukum dan Ekonomi Dalam Kasus Mega Korupsi: Studi Kasus Jiwasraya”, Rabu (26/1).

Dia menuturkan bahwa banyak kasus-kasus korupsi dana pensiun dan asuransi sampai hari ini tidak ada solusinya. Semua pihak yang ditipu tidak ada pengembaliannya. Contohnya kasus pinjaman online ilegal yang sampai sekarang tidak ada pelaku atau dalang yang terungkap, apalagi tidak ada pengembalian kepada korban dan pihak yang tertipu.

“99% (korban Jiwasraya) sudah sepakat, sekarang sudah mulai terjadi pencairan. Di banyak kasus tidak ada solusi sampai seperti ini, justru hanya digantung dan dihukum saja, tapi pemegang polisnya dirugikan. Ini di Jiwasraya ada penyitaan dan hukuman seumur hidup, di Asabri dihukum mati,” pungkas Erick Thohir.

Penegakan dan pengungkapan kasus korupsi di Indonesia khususnya kasus mega korupsi Jiwasraya cukup menyita perhatian sebagian besar masyarakat Indonesia. Kasus korupsi di tubuh Jiwasraya berdasarkan hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ditaksir sebesar Rp 16,8 triliun. Namun, menurut manajemen perusahaan tersebut, nilai keseluruhan kerugian yang ditimbulkan oleh Jiwasraya melebihi angka hasil audit dari BPK karena nilai kerugian tersebut hanya sebatas gagal bayar kepada pemegang polis. Manajemen melalui Direktur Utama Jiwasraya, Hexana Tri Sasongko menyatakan bahwa total kerugian diperkirakan mencapai Rp 37 triliun.

Baca juga: Jaksa Agung Puji Erick Thohir Bantu Bongkar Korupsi Jiwasraya & Asabri

Investigasi terhadap kasus Jiwasraya pun dilakukan dengan melibatkan internal Kementerian BUMN, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, hingga Kejaksaan Agung (Kejagung). Penyidikan Kejagung terhadap kasus Jiwasraya menyebut ada pelanggaran prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi. BPK pun sempat menilai ada potensi risiko sistemik dari kasus tersebut.

Aparat penegak hukum telah melakukan upaya penegakan hukum kepada para tersangka yang diduga melakukan tindak pidana jenis baru yang dapat dijadikan preseden bagi proses penegakan hukum di masa yang akan datang. Beberapa tersangka bahkan telah mendapat vonis dari majelis hakim yang telah memiliki kekuatan hukum tetap dan mengikat. Selain penegakan hukum yang konkrit dan tegas, ternyata negara hadir melakukan terobosan baru untuk menyelamatkan para nasabah. Terhadap para nasabah pemegang polis dilakukan restrukturisasi polis para nasabah Jiwasraya ke IFG Life, sehingga selain penegakan hukum bagi para tersangka, negara menjamin dan memberikan layanan asuransi agar para nasabah tidak kehilangan haknya.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN