Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Foto: Perseroan.

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Foto: Perseroan.

Refinancing Utang, Sarana Menara (TOWR) Dibiayai Bank of China Rp 500 Miliar

Rabu, 26 Januari 2022 | 23:25 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melalui anak usahanya, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), memperoleh pinjaman sebesar Rp 500 miliar dari Bank of China (Hong Kong) Ltd cabang Jakarta (BOCHK). Perseroan bakal memanfaatkan pinjaman tersebut untuk memenuhi kebutuhan umum (general corporate purpose) Protelindo.

Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Adam Gifari menjelaskan bahwa general corporate purpose tersebut berarti pinjaman bisa digunakan sebagai modal kerja, mendanai belanja modal dan me-refinance pinjaman dengan syarat dan kondisi yang lebih baik untuk perusahaan.

“Kebetulan, pinjaman dari Bank of China ini digunakan untuk me-refinance pinjaman dengan syarat dan kondisi yang lebih baik untuk perusahaan,” ucap Adam kepada Investor Daily, Rabu (26/1).

Dengan demikian, secara umum dan kebijakan, pinjaman-pinjaman yang TOWR jalin dengan perbankan ataupun pasar modal dilakukan untuk alasan refinance pinjaman.

Baca juga: Sarana Menara (TOWR) Optimistis Raih Pendapatan Rp 8 Triliun dari Bisnis Organik

Sedangkan secara khusus, apabila pinjaman dilakukan dengan alasan tersebut, maka biasanya bertujuan untuk memperbaiki maturity profile dari pinjaman-pinjaman perseroan, mengurangi biaya bunga, dan/atau meningkatkan fleksibilitas pendanaan perseroan dan anak-anak perseroan. “Jadi, pendanaan dari Bank of China ini khusus untuk manajemen neraca, pinjaman, dan beban bunga,” jelas Adam.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Perusahaan Sarana Menara Nusantara atau TOWR Irfan Ghazali. Irfan mengatakan, Protelindo dan anak usahanya, PT Iforte Solusi Infotek (Infotek), telah menandatangani perjanjian kredit dengan BOCHK untuk memperoleh pinjaman sejumlah Rp 500 miliar guna mendukung kebutuhan umum Protelindo.

Pinjaman tersebut lanjut Irfan memiliki jangka waktu selama 48 bulan terhitung sejak perjanjian kredit yang ditandatangani pada 21 Januari 2022. Dalam hal ini, Iforte yang 99% sahamnya dikuasai Protelindo bakal memberikan jaminan kewajiban Protelindo terkait dengan perjanjian kredit dan penanggungan perusahaan yang diatur dan tunduk pada hukum RI.

“Struktur pemberian pinjaman dengan konsep pemberian pertanggungan oleh Iforte ini akan memungkinkan Protelindo memperoleh pembiayaan dengan syarat dan kondisi yang lebih baik,” tutur Irfan dalam keterangan resmi.

Baca juga: Intip Sengitnya Persaingan Emiten Menara Telekomunikasi

Menurut dia, fasilitas pembiayaan dari BOCHK tersebut tidak akan tercapai bilamana Iforte bukan pihak afiliasi Protelindo. Karena itu, pemberian fasilitas pinjaman ini diharapkan dapat menunjang kegiatan usaha yang mana secara konsolidasi juga akan memberikan dampak positif terhadap perseroan.

Sebelumnya, Protelindo melalui anak usahanya, PT Iforte Solusi Infotek (ISI), PT Komet Infra Nusantara (KIN), PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR), dan PT Sarana Inti Persada (SIP) juga telah menuntaskan transaksi jual beli seluruh saham PT Platinum Teknologi (Platinum) dengan total harga Rp 1,9 triliun.

Irfan menjelaskan, transaksi jual beli saham tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi internal Protelindo yang dilakukan setelah Protelindo menyelesaikan proses akuisisi SUPR pada 4 September 2021.

Transaksi tersebut tidak menyebabkan perubahan pengendalian dalam Platinum mengingat SUPR dan SIP sebagai penjual maupun ISI dan KIN sebagai pembeli merupakan pihak-pihak yang dikendalikan oleh perseroan. “Tujuan transaksi ini dalam rangka menyelesaikan secara internal kegiatan usaha Platinum atau anak perusahaannya dengan ISI dan KIN,” ujar Irfan.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN