Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
(Dok. BNI)

(Dok. BNI)

BNI (BBNI) akan Rights Issue? Ini Kata Analis

Rabu, 26 Januari 2022 | 23:53 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.idFounder Traderindo.com Wahyu Laksono menilai rights issue yang akan dilaksanakan oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI bakal berhasil. Soalnya, salah satu Bank Himbara tersebut memiliki fundamental yang sangat solid sehingga dalam jangka panjang, saham BBNI berpotensi menguntungkan. “Dengan demikian, rights issue ini sepertinya akan berhasil,” kata Wahyu kepada Investor Daily, Rabu (26/1).

Meski demikian, para investor juga perlu mencermati soal momentum terkait dengan sentimen global yang mungkin saja bisa berdampak terhadap pasar finansial dan perbankan. Apalagi, jika di saat bersamaan banyak bank atau sektor lain yang melakukan rights issue dan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham yang jelas-jelas membutuhkan dana lokal serta asing.

Baca juga: Lampaui Ekspektasi Pasar, Laba BBNI 2021 Meroket 232,2% 

Untuk itu, pada semester kedua tahun ini, perlu dilihat apakah perbaikan dan stabilitas pasar finansial dan bursa cukup kondusif atau tidak. Kendati begitu, dirinya berharap, semester II-2022 ini akan lebih baik daripada semester pertama.

Sementara itu, analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana berpandangan, secara teknikal, pergerakan saham BNI masih cenderung sideways karena pergerakannya belum mampu menembus baik support maupun resistance.

Baca juga: Akuisisi Bank Mayora oleh BNI (BBNI) Ditaksir Rp 3,5 Triliun, Ini Rinciannya

Namun demikian, pada perdagangan Rabu (26/1), muncul adanya volume beli meskipun belum sebesar hari sebelumnya dan pergerakan BBNI menembus MA20 dan MA60. Kemudian, dari sisi MACD dan Stochastic juga muncul adanya peluang penguatan lanjutan meski belum cenderung besar. “Para pelaku pasar dapat melakukan buy on weakness dengan mencermati support di 6.575 dan resistance di 7.275,” terang Didit.

Sebelumnya, Direktur Keuangan BNI Novita W Anggraini menjelaskan, pihaknya makin mematangkan rencananya untuk melakukan penambahan modal melalui rights issue. Sesuai rencana, rights issue akan dilakukan pada semester II-2022 dengan perkiraan dana sebesar Rp 8 triliun hingga Rp 11 triliun.

Dalam rights issue ini, perseroan berharap pemerintah bisa ikut serta. "Kami mengharapkan pemerintah bisa ikut menyerap rights issue dengan nilai sekitar Rp 3,5 triliun sehingga total nilai rights issue mencapai Rp 8 triliun hingga Rp 11 triliun," ujar Novita dalam Analyst Meeting BNI secara virtual, Rabu (26/1).

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN