Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi penyimpanan Bitcoin

Ilustrasi penyimpanan Bitcoin

Yuk Kenali Cara Menyimpan dan Bertransaksi Bitcoin!

Jumat, 28 Januari 2022 | 10:00 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Bitcoin masih terus menjadi perbincangan masyarakat dan semakin menarik minat masyarakat untuk berinvestasi pada aset kripto. Lantas setelah melakukan investasi, investor juga perlu memahami bagaimana sebetulnya cara menyimpan aset tersebut, serta bertransaksi Bitcoin.

Dompet Bitcoin sama halnya seperti dompet biasa, yaitu tempat menyimpan uang. Untuk lebih tepatnya secara teknis, dompet Bitcoin adalah perangkat lunak yang menyimpan dan mengelola kunci pribadi yaitu ‘kata sandi’ yang mewakili kepemilikan atas Bitcoin. Saat mengirim BTC ke alamat lain, perangkat lunak dompet akan membuat data transaksi, membuat tanda tangan digital melalui kunci pribadi dan menyiarkan transaksi yang ditandatangani itu ke jaringan blockchain Bitcoin. Tanda tangan digital ini menyatakan bahwa seseorang memang pemilik Bitcoin.

Baca juga: El Salvador Didesak Setop Bitcoin sebagai Alat Tukar

Umumnya, hanya ada dua jenis dompet Bitcoin, hot wallet dan cold wallet. Hot wallet adalah dompet yang terus terhubung ke internet, sedangkan cold wallet tidak. Contoh hot wallet adalah dompet desktop dan dompet seluler, seperti Blue Wallet atau Electrum. Cold wallet terbaik biasanya dibarengi dengan perangkat keras.

Mengelola dompet sendiri secara teknis bisa menakutkan bagi pemula. Jika tidak ingin mengelola dompet anda sendiri, anda masih dapat menyimpan Bitcoin anda di tempat bursa kripto seperti Pintu. Dalam hal ini, Pintu menyimpan kunci pribadi anda dan menawarkan cara yang nyaman untuk menukar Bitcoin anda dengan Rupiah atau sebaliknya.

Adapun, dikutip Pintu.co.id, Jumat (28/1) saat anda ingin mengirim Bitcoin dari satu dompet ke dompet lain, pertama-tama perlu mengetahui alamat dompet penerima. Kemudian akan memasukkan jumlah BTC yang ingin dikirimkan. Setelah Anda menekan “Kirim”, perangkat lunak dompet anda akan menandatangani permintaan transaksi anda dengan kunci pribadi, dan menyiarkan transaksi yang telah anda tandatangani ke jaringan blockchain Bitcoin (penambang).

Agar transaksi anda diprioritaskan oleh penambang maka terdapat biaya yang melekat pada setiap transkasi sebagai insentif. Biaya ini dibayarkan langsung ke penambang, bukan dompet atau bursa kripto.

Biaya Bitcoin bergantung pada dua hal yakni jumlah transaksi dan kapasitas ruang di blockchain. Kapasitas blok Bitcoin dibatasi hingga 1 MB, setiap blok dapat memproses sekitar 2.500 transaksi. Oleh karena itu, setiap orang berlomba-lomba agar transaksinya dapat dimasukkan ke dalam blok sekarang. Karena Bitcoin terdesentralisasi, biayanya tergantung pada pasar bebas. Itulah mengapa biaya Bitcoin berfluktuasi.

Baca juga: Ini 5 Faktor Bitcoin Masih Menarik untuk Diinvestasikan, Simak Yuk!

Lebih lanjut, ada beberapa tips untuk bertransaksi Bitcoin. Misalnya, periksa kembali alamat bitcoin yang anda tuju. Harap dicatat bahwa semua transaksi Bitcoin tidak dapat diubah. Jadi, saat Anda mengirim Bitcoin, pastikan menggunakan alamat yang benar. Jika khawatir dengan biaya transaksi, pilih dompet yang memungkinkan untuk memilih biaya transaksi yang diinginkan. Beberapa hot wallet terbaik seperti Electrum, Blue Wallet memiliki opsi ini. Sedangkan untuk cold wallet terbaik seperti Ledger dan Trezor juga memiliki opsi ini.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN