Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
EBT primadona green energy

EBT primadona green energy

Dukung Pengembangan Energi Terbarukan, Tamaris Hidro RIlis Obligasi Rp 750 Miliar

Jumat, 28 Januari 2022 | 05:40 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - PT Tamaris Hidro gelar penawaran umum obligasi Tamaris Hydro I tahun 2022 dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 750 miliar. Sesuai rencana, dana hasil obligasi akan digunakan untuk investasi  pengembangan energi terbarukan.

Direktur Tamaris Hidro Rachmat Saptaman menjelaskan, perseroan membutuhkan dana untuk mendukung program pemerintah dalam rencana penambahan kapasitas listrik sebesar 35.000 MW yang tercantum dalam Perpres Nomor  04 Tahun 2016. Dalam hal ini pemerintah mengedepankan peran swasta di dalam  membangun,  mengoperasikan  dan  menjaga  keandalan  listrik  sehingga  PLN  dapat  dengan  optimal  mengatur distribusi listrik.

Dengan demikian swasta memiliki peluang yang besar terhadap ekspansi Pembangkit  Listrik  Tenaga  Air  untuk  mendukung  program  35  gigawatt (GW) dan sebaran  energi baru terbarukan (EBT)  dengan  target minimal 23% pada tahun 2025. 

Baca juga: Pengembangan EBT Butuh Pendanaan dan Investasi

“Sejalan dengan hal itu, Tamaris Hidro sebagai perusahaan holding investasi bidang energi, saat ini telah  terlibat dalam program penambahan kapasitas listrik melalui 10 entitas anak yang bergerak dalam pengembangan energi minihidro yaitu bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) yang tersebar di Indonesia,” jelasnya dalam konferensi pers, Kamis (27/1).

Untuk diketahui, PLTA dan PLTMH dipilih pemerintah seiring dengan rencana pemerintah untuk menjaga  tingkat  emisi karbon demi stabilitas  iklim. Rencana ini tertuang dalam rencana  usaha  penyediaan  tenaga  listrik  PLN  2021 yang menargetkan  penambahan  kapasitas  pembangkit  listrik  energi  baru  terbarukan  dengan target bauran sebesar 23% dan menjadi 24,8% pada tahun 2030. 

Salah satu  yang  dapat  dilakukan  untuk  mencapai  bauran  energi  tersebut,  yakni  dengan  pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang berasal dari tenaga air sebagai pembangkit  yang  murah  dan  ramah  lingkungan. Terlebih Indonesia memiliki lebih dari  4.400  sungai baik  sedang maupun besar yang juga memiliki potensi  untuk  menghasilkan energi hijau.   

Sesuai rencana, dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan perseroan untuk melunasi sebagian fasilitas kredit sindikasi perseroan dan juga entitas anak. Obligasi dibagi dalam beberapa seri, yakni seri A berjangka waktu 3 tahun dengan kupon sebesar 5,35% hingga 5,50% dan jumlah pokok Rp 200 miliar, Seri B bertenor 5 tahun dengan bunga 6,25% hingga  6,75% dan jumlah pokok sebesar Rp 250 miliar dan terakhir seri C bertenor 7 tahun, kupon 7,00%-7,75% dan jumlah pokok Rp  300 miliar.

Sebagai  portofolio  investasi,  obligasi  tersebut    relatif  aman  karena  memiliki  dua  dukungan  kuat.  Pertama,  penerbitan  Obligasi  Tamaris  Hydro  I  Tahun  2022  tersebut  akan  didukung  Fasilitas Pembiayaan  Pendukung  Obligasi  (CEF)  dari  PT  Sarana Multi  Infrastruktur  (persero)  dengan  jumlah  fasilitas standby maksimal Rp 750 miliar. Dana tersebut dapat digunakan untuk pemenuhan  dana cadangan pembayaran bunga dan atau dana cadangan pelunasan pokok obligasi.  

Kedua, Obligasi  Tamaris  Hydro  I  Tahun  2022  didukung  dengan sinking  fund,  yaitu  dana  cadangan  yang mencakup pembayaran bunga obligasi yang harus tersedia  sebesar 3 bulan  pembayaran bunga obligasi untuk masing‐masing seri obligasi, dimana dana tersebut harus  tersedia paling lambat 20 hari kerja setelah emisi. Kemudian, dana  cadangan  pelunasan  pokok  obligasi  yang  harus  tersedia  sejak  12  bulan  hingga  3  bulan  sebelum  tanggal  pelunasan  pokok  masing‐masing  seri  obligasi,  bertahap dari 3% hingga 100%.  Surat utang ini juga telah mendapatkan penilaian dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) yang memberikan peringkat AAA untuk obligasi Tamaris  Hydro I tahun 2022 tersebut.

Masa penawaran awal berlangsung mulai 27 Januari 2022 hingga 9 Februari 2022. Perkiraan tanggal efektif 18 Februari 2022. Tanggal penjatahan direncakan pada 25 Februari 2022 dan distribusi secara elektronik pada 2 Maret 2022. Selanjutnya, obligasi ini dijadwalkan tercatat di BEI pada 4 Maret 2022.

Baca juga: Roadmap EBT, Indonesia Siap Ambil Peran Penting Pengembangan Energi Hijau

Bertindak  sebagai  penjamin  Pelaksana  Emisi  Obligasi  Tamaris  Hydro  I  Tahun  2022  adalah  BCA  Sekuritas,  Bina  Arta  Sekuritas  dan  Indo  Premier  Sekuritas.  Sedangkan  bertindak  sebagai  penjamin  Emisi adalah Nikko Sekuritas Indonesia. Sementara Bank BRI bertindak sebagai Wali Amanat. 

Sebagai informasi, per 2021 PT Tamaris Hidro mengelola 14 entitas anak PLTA/PLTM, dengan target kapasitas 141,8  MW, terdiri dari 10 PLTA/PLTM yang telah beroperasi secara komersial dengan total kapasitas 100,8  MW  dan  2  proyek  tahap  konstruksi juga  2  proyek  tahap  pengembangan dengan  total kapasitas  41  MW.  Dalam  kegiatan  operasionalnya,  perseroan  selalu  mengedepankan  pembangunan  berkelanjutan.

“Perseroan percaya bahwa peningkatan nilai perusahaan dan pembangunan berkelanjutan adalah hal  perlu  terus  dikembangkan.  Oleh  karena  itu,  kami berkomitmen  untuk  menciptakan  dampak  positif di lokasi PLTA/PLTM Perseroan,” pungkasnya.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN