Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bitcoin. ( Foto: Karen Bleier / AFP

Bitcoin. ( Foto: Karen Bleier / AFP

Bitcoin (BTC) Uji Pendakian ke Level US$ 37.000an

Jumat, 28 Januari 2022 | 06:23 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Laju Bitcoin (BTC) untuk menembus level US$ 37.500 (sekitar Rp 537 juta) masih terus diuji pada akhir pekan ini. Adapun, US$ 40,000 masih menjadi level resistance yang penting. Jika berhasil menembus angka US$ 40,000, maka kemungkinan besar akan terjadi pembalikan tren.

Mengutip coinmarketcap.com pukul 06.00 WIB Jumat (27/1), BTC ada di posisi US$ 36.804,05 naik 0,79% dalam sehari dan masih anjlok 10,64% dibandingkan pekan lalu. Padahal, BTC pada perdagangan sehari sebelumnya sempat menembus level US$ 37.052,68.

Baca juga: El Salvador Didesak Setop Bitcoin sebagai Alat Tukar

BNB (BNB) juga naik 4,28% dalam sehari ke US$ 389,61, dan masih turun 13,04% dibandingkan pekan lalu. Sedangkan, koin dengan kapitalisasi besar lainnya seperti Ethereum (ETH) justru turun, setelah beberapa hari ini menguat. ETH turun 1,89% ke US$ 2.392,56, tapi masih minus 21,75% dibandingkan pekan sebelumnya.

Begitujuga dengan Cardano (ADA) dan XRP (XRP) yang ikut jeblok. ADA turun 1,88% ke US$ 1,04 dan dalam sepekan masih minus 18,08%. XRP turun 1,90% ke US$ 0,6041 dan masih minus 17,51% dalam sepekan.

Country Manager Luno Indonesia Jay Jayawijayaningtiyas mengatakan, secara keseluruhan, pasar modal dan kripto masih belum menunjukkan perubahan tren yang signifikan. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh  faktor makro global, salah satunya seperti kenaikan suku bunga The Fed (Federal Reserve System) di AS. Minggu lalu, Bitcoin gagal mempertahankan level support terkuatnya.

Baca juga: Ethereum (ETH) Masih Kuat Nanjak, Bitcoin (BTC) Jangan Loyo

Dengan penurunan harga sebesar 14% Bitcoin turun ke bawah US$ 40.000 (sekitar Rp 573 juta). Walau demikian, Bitcoin sempat mengalami kenaikan volume yang signifikan hingga mencapai US$ 10 miliar (sekitar Rp 143 triliun) yang menunjukkan aktivitas trading yang tinggi.

“Saat ini, pasar kripto sedang dalam keadaan extreme fear dikarenakan tingginya volatilitas sebagian besar aset kripto. Tentunya, hal ini menimbulkan keraguan di kalangan investor baru aset kripto. Namun, secara historis, Bitcoin selalu menunjukkan kinerja serta pemulihan tren harga sebagai ‘penghargaan’ bagi para HODLer aset kripto yang gigih dan percaya terhadap kelebihan fundamental Bitcoin sebagai aset dalam jangka panjang,” tambah Jay dalam Luno dan Arcane Research, Kamis (27/1).

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN