Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alfred Nainggolan, Kepala Riset Praus Capital. Sumber: BSTV

Alfred Nainggolan, Kepala Riset Praus Capital. Sumber: BSTV

Pasca Diakuisisi Axiata-XL Axiata (EXCL), Berikut Prediksi Harga Bottom Link Net (LINK)

Jumat, 28 Januari 2022 | 14:26 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Kepala Riset Praus Capital  Alfred Nainggolan menyebutkan, dengan adanya proses tender wajib (tender offer) oleh Axiata Group Berhad (Axiata) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) atas proses akuisisi 66,03% saham PT Link Net Tbk (LINK) senilai Rp 8,72 triliun, maka harga saham LINK akan berada paling rendah di level Rp 4.800 per saham.

"Dengan adanya proses tender wajib maka ke depan sampai proses tender wajib berakhir 2-3 bulan maka harga bottom saham LINK terbentuk. Alias harganya tidak  jauh-jauh dari Rp 4.800. Karena ada pembelian wajib oleh EXCL di harga Rp 4.800," katanya kepada Investor Daily, Jumat (28/1).

Advertisement

Baca juga: XL Axiata (EXCL) Fokus Rampungkan Akuisisi Link Net (LINK), Aksi Lain Nanti Dulu!

Alfred menjelaskan, jikalau berdasarkan aturan OJK ada dua patokan harga tender wajib, yaitu harga rata-rata dari harga tertinggi selama 90 hari sebelum pengumuman dan harga tender wajib mana yang paling tinggi. Kalau melihat patokan tersebut maka harga tender wajib adalah harga akuisisi Rp 4.800.

Keputusan EXCL mengkakuisisi LINK di harga Rp 4.800 menunjukan bahwa nilai LINK berdasarkan penilaiaan EXCL kedepan jauh diatas Rp 4.800, makanya EXCL berani membeli LINK diatas harga pasarnya.

"Sentimen ini akan menjadi sentimen yang kuat untuk harga sahamnya dalam jangka pendek, bahkan pada umumnya saham-saham yang di akuisisi harga pasarnya melebihi harga tender wajib. Apalagi untuk LINK, aksi korporasi ini sudah beredar sejak semester I tahun lalu, yang membuat harga sahamnya di Rp 2.000-an naik ke level Rp 4.000, artinya sentimen euforia akuisisinya sudah terjadi sejak tahun lalu," katanya.

Baca juga: XL Axiata (EXCL) Ungkap Rencana Besar di Balik Akuisisi Link Net (LINK)

Rencana akuisisi ini memang telah mengemuka sejak pertengahan tahun 2021 lalu. Harga pembelian yang telah disepakati senilai Rp 4.800 per saham biasa pada Link Net atau sekitar Rp 8,72 triliun. Berdasarkan ketentuan PJB, Axiata Investments (Indonesia) Sdn Bhd (AII), anak perusahaan yang secara tidak langsung dimiliki oleh Axiata, dan XL Axiata akan memiliki kepemilikan saham masing-masing 46,03% dan 20,00% dari gabungan keseluruhan saham sebesar 66,03% dalam Link Net. AII kemudian akan diwajibkan untuk melakukan penawaran tender wajib untuk membeli 33,97% Saham Link Net yang tersisa sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia.

Rencana pengambilalihan dan rencana pelaksanaan tender wajib diharapkan akan selesai pada kuartal III-2022 dan akan menyesuaikan dengan perkembangan pemenuhan persyaratan untuk penyelesaian transaksi, termasuk perolehan persetujuan dari regulator dan persetujuan dari pemegang saham. Rencana transaksi ini akan didanai melalui kombinasi dana internal dan atau pinjaman bank, yang proporsinya akan ditentukan kemudian.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN