Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
CPO-sawit

CPO-sawit

Sepekan, Harga CPO Tembus Rekor

Sabtu, 29 Januari 2022 | 05:59 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga CPO dalam sepekan ini menembus rekor baru. Setelah mencatatkan kenaikan harga tertinggi dalam beberapa hari terakhir. Hal itu disebabkan oleh adanya kebijakan pengetatan yang dilakukan oleh negara produsen utama, yaitu Indonesia dan Malaysia. Sementara permintaan dunia tengah melonjak, terutama mendekati Tahun Baru Imlek.

Rekor tertinggi terjadi pada Jumat (29/1). Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Februari 2022 mengalami peningkatan 190 Ringgit Malaysia atau terkerek 3,38% menjadi 5.803 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak berjangka CPO pengiriman Maret 2022 naik 177 Ringgit Malaysia menjadi 5.790 Ringgit Malaysia per ton. Untuk pengiriman April 2022 terdongkrak 189 Ringgit Malaysia menjadi 5.633 Ringgit Malaysia per ton. Serta, pengiriman Mei 2022 naik 195 Ringgit Malaysia menjadi 5.455 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga : Pekan Depan, Dua Sentimen Ini Bakal Pengaruhi Harga CPO

Research & Development ICDX Girta Yoga menjelaskan pergerakan harga CPO, dari sisi pasokan memang saat ini masih ketat di negara produsen utama yaitu Indonesia dan Malaysia. Sementara dari sisi permintaan juga sedang tinggi-tingginya karena mendekati Tahun Baru Imlek. “Kedua katalis inilah yang mendongkrak kenaikan harga CPO beberapa waktu terakhir ini,” ungkapnya kepada Investor Daily, Jumat (28/1).

Menurut Girta, sentimen utamanya adalah pembatasan ekspor CPO Indonesia yang mulai berlaku 24 Januari kemarin dan tren tahunan terkait kenaikan permintaan menjelang Tahun Baru Imlek. Selain itu, sinyal dari India untuk melakukan peralihan dari minyak sawit ke minyak nabati juga menjadi sentimen yang mempengaruhi harga CPO.

Untuk pekan depan, Girta menjelaskan harga CPO berpotensi menemui level resistance di kisaran 5.550 – 5.575 Ringgit Malaysia per ton. Namun, apabila menemui katalis negatif, harga berpotensi turun ke level support di kisaran 5.225 – 5.200 Ringgit Malaysia per ton. Sentimen yang wajib dipantau adalah laporan ekspor sawit Malaysia untuk bulan Januari serta periode awal Februari. “Selain itu, realisasi uji coba program biodiesel B40 yang rencananya akan dimulai pada Februari juga akan menjadi sorotan,” paparnya.

Baca juga : Pekan Depan, Harga CPO Berpotensi Tertahan di Level Resistance

Di Malaysia, lanjutnya, kondisi ketatnya pasokan akibat kekurangan pekerja di perkebunan sawit masih belum teratasi, bahkan mungkin masih akan bertahan hingga kuartal pertama 2022. Untuk produksi CPO bulan Desember di negara produsen sawit terbesar kedua dunia itu turun 11,3%, penurunan terbesar dalam 11 bulan.

“Sementara di Indonesia yang menjadi negara produsen CPO terbesar pertama dunia juga melakukan pembatasan ekspor. Serta, mengalihkan untuk memenuhi lonjakan permintaan domestik, baik dalam bentuk minyak goreng ataupun biodiesel,” tutup dia.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN