Menu
Sign in
@ Contact
Search
Salah satu jalan tol yang dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (Foto: Jasa Marga)

Salah satu jalan tol yang dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (Foto: Jasa Marga)

Bangun Jalan Tol Terpanjang, Konsorsium Jasa Marga (JSMR) Kucurkan Rp 16,8 T

Senin, 31 Januari 2022 | 18:30 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Proyek jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) senilai Rp 56,2 triliun akan mulai dibangun oleh konsorsium yang dipimpin PT Jasa Marga Tbk (JSMR) pada akhir 2022. Melalui Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Jasamarga Gedebage Cilacap (JGC), konsorsium gabungan antara BUMN dan swasta itu akan menggelontorkan dana sebesar Rp 16,8 triliun untuk ekuitas.

Dalam proyek pembangunan jalan tol terpanjang di Indonesia ini, Jasa Marga menjadi pemegang mayoritas saham sebesar 32,5%. Kemudian, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) sebesar 20%, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebesar 10%, PT PP Tbk (PTPP) sebesar 10%, serta kemitraan PT Daya Mulia Turangga, PT Gama Group, dan PT Jasa Sarana sebesar 27,5%.

Baca juga: Konsorsium Jasa Marga (JSMR) Bangun Jalan Tol Terpanjang, Menteri Basuki Bilang Begini

Direktur Utama PT Jasamarga Gedebage Cilacap (JGC) Johannes Mancelly menjelaskan, perihal pembiayaan investasi, memang diperlukan kolaborasi dengan perbankan dan lembaga keuangan lain. Dia mengaku sudah menyiapkan strategi secara bertahap, sebab akan ada peraturan-peraturan yang membatasi.

Dari 100% investasi atau Rp 56,2 triliun, sekitar 30% di antaranya atau Rp 16,8 triliun berasal dari ekuitas para pemegang saham. Sedangkan 70% atau setara Rp 39,2 triliun merupakan pinjaman dari bank. "Jadi, kami pinjam dari bank seperti Bank Himbara atau lembaga keuangan lainnya. Karena ada banyak skema untuk mendapatkan pinjaman tersebut," kata Johannes, usai menandatangani Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (31/1).

Sementara itu, terkait kesiapan lahan, dirinya menjelaskan bahwa hingga saat ini masih dalam proses sosialisasi pembebasan lahan di beberapa tempat, mulai dari Gedebage sampai Tasikmalaya dan akan dilanjutkan hingga Cilacap.

Baca juga: KAI Dapat PMN Rp 4,3 T, Jadi Berapa Saham WIKA dan JSMR di Proyek Kereta Cepat?

Menurut Johannes, keterangan dari Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN), serta pemerintah daerah (pemda) pasti akan mendukung. "Karena hal itu akan menjadi modal baik buat kami untuk menyelesaikan pembangunan jalan tol ini," tutur Johannes.

Sementara itu, Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur menambahkan, proyek jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap ini dibutuhkan karena persoalan kapasitas terutama di jalur Selatan arah Tasikmalaya yang diharapkan akan beroperasi secara bertahap. "Harapan kita, bisa dioperasikan bertahap. Kalau sampai Garut sekitar 40-42 km bisa dioperasikan lebih dulu. Karena kalau kita lihat di Cileunyi sehari-hari atau weekend itu padat sehingga kita harus buka di km 49," tuturnya.

Untuk itu, Subakti berharap, pembangunan proyek jalan tol ini berjalan cepat secara bertahap. Persoalan Cileunyi dan seterusnya bisa ditopang Tol Cisumdawu, sedangkan kapasitas ditampung jalur nasional Pantai Selatan Jawa (Pansela). "Mudah-mudahn bisa melalui jalan tol. Jadi tidak bersaing masalah kapasitas," pungkasnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com