Menu
Sign in
@ Contact
Search
Usaha robot trading ilegal. (Foto: Biro Humas Kemendag/Bappebti)

Usaha robot trading ilegal. (Foto: Biro Humas Kemendag/Bappebti)

Opsi Binari dan Robot Trading Ibarat Teman Makan Teman

Senin, 7 Februari 2022 | 18:35 WIB
Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Robot trading seperti Mark AI, Net89, DNA Pro dan judi berkedok trading, seperti Binomo, IQ Option, Olymptrade sifatnya teman makan teman. "Kebanyakan mereka yang join atau bergabung bukan tertarik atau percaya dengan perusahaan, tetapi karena pertemanan," kata Yohan Hapdijaya, pengamat pasar modal, Senin (7/2/2022).

Yohan mengungkapkan, sejak dulu modusnya selalu sama, yaitu member get member. Biasanya, karena diajak teman, seseorang jadi percaya untuk masuk. Apalagi, setelah diperlihatkan keuntungan yang didapatkan. Skema ini menyebabkan banyak hubungan pertemanan rusak.

Contohnya, dia menuturkan, orang yang sudah bergabung seringkali mendesak teman lainnya untuk ikut bergabung atau hubungan bisa merenggang saat sang teman mengalami kerugian besar. "Pertanyaan saya, kalau yakin cuan banyak setiap bulan, kenapa pemilik bisnisnya tidak pinjam duit ke bank atau konglomerat saja? Kenapa cari duit yang cuma jutaan rupiah dari member get member?" kata dia.

Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah memblokir 1.222 situs perdagangan berjangka komoditi ilegal dan permainan judi berkedok trading. Dari ribuan website tersebut, terdapat 92 domain opsi binari yang diblokir, seperti Binomo, IQ Option, Olymptrade, Quotex serta platform sejenis lainnya.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) juga memblokir 336 robot trading seperti Net89/SmartX, Auto Trade Gold, Viral Blast, Raibot Look, DNA Pro, EA 50, Sparta, Fin888, Fsp Akademi Pro serta perusahaan lain yang sejenis.

Menurut Yohan, influencer atau affiliator punya andil yaitu sebagai contoh keberhasilan yang nyata.
Di sisi lain, lanjut dia, flexing jadi tren di sosial media, mulai dari pamer jenis handphone, outfit, jam tangan, mobil mewah sekelas Lamborghini, bahkan pesawat pribadi. "Strategi marketing dengan flexing jadi tren," kata dia.

Masyarakat, kata dia, banyak yang tergiur dengan kisah-kisah keberhasilan, sehingga lupa dengan risiko yang dihadapi. Runyamnya, kerap kali orang yang tergiur untuk investasi bodong atau perjudian menggunakan uang yang berasal dari uang pinjaman online (pinjol). "Padahal, jngankan uang pinjol, uang dapur saja tidak boleh untuk investasi. Investasi itu uang lebih yang diinvestasikan," tutur dia.

Di sisi lain, dia menyatakan,masyarakat menjadi kehilangan kepercayaan terhadap pasar modal. "Akhirnya, banyak yang mengira pasar modal adalah judi," terang Yohan.

Dia menegaskan, investasi tidak ada yang instan. Butuh waktu untuk mempelajari investasi, menyusun strategi, tujuan investasi, resiko dan peluangnya harus ditimbang dengan matang. Semua itu terbentuk dari pengalaman. Itulah kenapa, bila berinvestasi sebaiknya dimulai dengan nilai kecil, sehingga bisa diterima bila harus mengalami kerugian.

"Saya selalu percaya 10.000 hours rule berlaku di semua aspek kehidupan. Mau ahli 1-2 hari? Tidak bisa," ujar pemilik akun instagram @yohapdijaya itu.

Jenis investasi, kata dia, pun beragam. Ada saham, reksa dana dan obligasi. Semua tergantung tujuan berinvestasinya. "Investasi itu goal-nya uang bekerja untuk kita dengan underlying yang jelas. Kalau saham ada sahamnya, sedangkan forex ada mata uangnya," jelas Yohan.

Metode pengambilan keputusan, kata dia, bisa bermacam-macam, bisa dengan fundamental, teknikal atau alogaritma market maker. Apapun itu, dalam berinvestasi harus memiliki strategi. "Banyak yang bilang high risk, high return. Padahal, investasi itu low risk, high return," kata dia.

Yohan mencontohkan, di dunia saham, orang yang berinvestasi harus paham betul karakter saham tersebut, fundamental, termasuk siklus saham itu. "Pasar saham adalah alat untuk mentransfer uang dari pihak yang tidak sabar kepada pihak yang sabar," ucap dia, mengutip Warren Buffett, investor saham ternama dunia.

Editor : Harso Kurniawan (harso@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com