Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petani kelapa sawit memetik tandan buah sawit di perkebunan kelapa sawit milik PTPN VIII di Cimulang, Kabupaten Bogor. Foto ilustrasi:   Beritasatu Photo/Uthan AR

Petani kelapa sawit memetik tandan buah sawit di perkebunan kelapa sawit milik PTPN VIII di Cimulang, Kabupaten Bogor. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan AR

Harga CPO MelemahPada Pekan Ini,Apa Penyebabnya?

Jumat, 11 Februari 2022 | 11:15 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sepekan ini, harga Crude Palm Oil (CPO) mengalami pelemahan. Setidaknya ada tiga sentimen yang menjadi penyebab penurunan harga CPO tersebut. Apa saja itu?

Berdasarkan Bursa Malaysia Derivatives pada Kamis (10/2), Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Februari 2022 terpantau turun 25 Ringgit Malaysia menjadi 5.740 Ringgit Malaysia per ton. Untuk pengiriman Maret 2022 terkoreksi 55 Ringgit Malaysia menjadi 5.649 Ringgit Malaysia per ton. Pengiriman April 2022 terpleset 59 Ringgit Malaysia menjadi 5.535 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Minyak Goreng Langka, Aprindo Bantah Menimbun 

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan ada tiga sentimen yang memengaruhi pergerakan harga CPO pada minggu ini. Ketiganya adalah pertama, berlangsungnya pemilu di India yang akan dimulai pada 10 Februari. Momen ini menjadi penting karena India merupakan importir CPO terbesar dunia, sehingga kebijakan politik yang akan diterapkan nantinya tentu akan berdampak pada sisi permintaan.

Kedua, lanjut Girta, rencana Indonesia untuk memperluas larangan ekspor untuk semua produk berbasis CPO. “Ditambah lagi, sentimen dari Thailand, sebagai produsen CPO terbesar ketiga dunia, mengumumkan akan melakukan pengurangan sementara untuk mandatori biodiesel menjadi 5% dari sebelumnya 7% dimulai sejak 5 Februari hingga 31 Maret mendatang,” ungkapnya kepada Investor Daily, Jumat (11/2).

Untuk itu, Girta memprediksi harga CPO hingga pekan ini, harga CPO berpotensi menemui resistance terdekat di level 5.700 Ringgit Malaysia per ton dan support terdekat di level 5.300 Ringgit Malaysia per ton.

Untuk pekan mendatang, Girta menyebut harga CPO berpotensi menemui level resistance di kisaran harga 5.700 – 5.800 Ringgit Malaysia per ton. Namun, jika mendapat katalis negatif maka harga berpotensi turun ke level support di kisaran harga 5.300-5.200 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Hingga Akhir Pekan, Harga CPO Diprediksi Turun Tipis

Menurut Girta, sentimen di pekan depan yang dipantau pasar untuk melihat gambaran permintaan antara lain laporan ekspor untuk paruh pertama Februari serta perkembangan pemilu di India. Sementara di sisi pasokan yang menjadi fokus adalah perkembangan kebijakan pemerintah Indonesia khususnya terkait pembatasan ekspor CPO.

Lebih lanjut Girta menjelaskan kondisi stok dari para negara produsen masih sangat terbatas. Mengutip pernyataan dari Malaysian Palm Oil Board (MPOB) (10/2), pasokan CPO Malaysia mengalami penurunan sepanjang bulan Januari lalu baik dari sisi stok, produksi maupun ekspor. Untuk stok CPO Malaysia turun hampir 4% menjadi 1,55 juta ton. Sementara untuk produksi turun 13,54% menjadi 1,25 juta ton, dan untuk ekspor merosot turun sebesar 18,67% menjadi 1,16 juta ton.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com