Menu
Sign in
@ Contact
Search
Anang dan Ashanty di kantor Bappebti. (Foto: Instagram Ashanty/@ashanty_ash)

Anang dan Ashanty di kantor Bappebti. (Foto: Instagram Ashanty/@ashanty_ash)

Diprotes Emak-emak, Ashanty Sebut Investasi Kripto Enggak Boleh Baper

Sabtu, 12 Feb 2022 | 15:24 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sempat diprotes emak-emak karena harga token ASIX sempat ambles akibat cuitan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), penyanyi yang juga istri musisi Anang Hermansyah, Ashanty, mengaku tidak masalah dengan hal itu. Penyanyi yang akrab disapa bunda ini malah menyebut dalam dunia investasi kripto enggak boleh terbawa perasaan alias baper.

Ashanty pun langsung menjelaskan kepada emak-emak yang direct message ke dirinya itu. “Alhamdulillah, mereka masih hold setelah dijelaskan. Apalagi saat itu Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) sempat ikut menenangkan. Nggak panik dong, di dunia kripto itu enggak boleh baper,” ucap Ashanty saat mengunjungi Bappebti, baru-baru ini.

Baca juga: Anang-Ashanty Klarifikasi ke Bappebti, Bagaimana Nasib Token ASIX?

Menurut Ashanty, saat investor mau bergabung dan berinvestasi di token ASIX, pihaknya selalu mengingatkan untuk selalu melakukan research. Misalnya saja, dengan menganalisa kondisi keuangan masing-masing. Namun, Ashanty mengakui bukanlah hal mudah untuk menjelaskan mengenai investasi di dunia kripto, terutama mengenai investasi di token ASIX.

Advertisement

“Untuk orang yang tahu kripto enak menjelaskannya. Tapi bagi yang baru ikut itu membutuhkan effort yang lebih dalam menjelaskan. Kejadian kemarin itu memang sedikit membuat shock. Karena, banyak yang masih tidak paham. Ditambah lagi, dipermainkan oleh Fear, Uncertainty, and Doubt (FUD). Apalagi token kita luar biasa kenaikannya,” jelas Ashanty.

Sebagai informasi, FUD adalah istilah untuk taktik psikologi yang memainkan emosi negatif manusia, terutama para pemain dalam dunia kripto untuk mempengaruhi pasar. Biasanya FUD dimanfaatkan oleh investor yang ingin menurunkan harga koin hanya agar mereka dapat membelinya dengan harga murah.

Sementara itu, Anang mengakui banyak masyarakat yang tertarik untuk menjadi investor dari tokennya tersebut. Saat ini setidaknya ada 4.000-5.000 orang dari dalam negeri yang tertarik dengan token ASIX. Sedangkan di internasional setidaknya ada 20 ribu orang yang menyatakan hal serupa.

Baca juga: Ini Respons Kemenkes Terkait Ashanty yang Positif Covid-19

“Kami bahkan akan melakukan tur selama 1 bulan kedepan bertemu dengan komunitas kripto di daerah untuk menjelaskan ini. Kripto, NFT, dan Blockchain adalah keniscayaan dan akan menjadi bagian di masa depan. Untuk itu, kami ingin edukasi publik mengenai hal ini agar tahu fundamental yang terbangun disini,” ujarnya.

Anang pun membantah bahwa tokennya dilarang untuk diperjualbelikan. Sebab, saat ini tokennya masih diperjualbelikan di internasional. Sedangkan di Indonesia, pihaknya masih dalam proses mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam perdagangan Kripto. “Kami tengah dalam pendaftaran di Bappebti. Token kami juga terbilang baru, belum satu bulan,” tutup Anang.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com