Menu
Sign in
@ Contact
Search
Anang Hermansyah dan Ashanty bersama Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga. (Foto: Instagram Ashanty/@ashanty_ash)

Anang Hermansyah dan Ashanty bersama Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga. (Foto: Instagram Ashanty/@ashanty_ash)

Kemendag Perketat Pengawasan Aset Kripto, Gara-gara Token ASIX Anang-Ashanty?

Minggu, 13 Februari 2022 | 19:09 WIB
Investor Daily (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Kementerian Perdagangan, memperketat pengawasan perdagangan aset kipto guna memberikan kepastian hukum agar masyarakat yang berinvestasi mendapatkan informasi yang jelas dan legal terhadap setiap aset kripto yang diperdagangkan.

Plt Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana menyatakan bahwa setiap produk aset kripto harus didaftarkan ke Bappebti. Menurutnya, aset kripto baru yang akan diperdagangkan terlebih dahulu harus didaftarkan kepada Bappebti melalui calon pedagang fisik aset kripto yang sudah terdaftar untuk dilakukan penilaian berdasarkan peraturan yang telah ditetapkan. Setiap jenis aset kripto yang tidak sesuai dengan peraturan Bappebti tidak dapat diperdagangkan di Indonesia.

“Penetapan aset kripto dilakukan melalui metode penilaian Analytical Hierarchy Process (AHP) yang memiliki beberapa kriteria penilaian,” jelas Wisnu dalam keterangan tertulis, Minggu (13/2).

Baca juga: Anang-Ashanty Klarifikasi ke Bappebti, Bagaimana Nasib Token ASIX?

Sementara itu, Bappebti telah menetapkan 229 jenis aset kripto yang sudah terdaftar dengan syarat yang dapat diperdagangkan di pasar fisik aset, mengacu pada Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021. Aset Kripto yang dapat diperdagangkan di dalam negeri mengacu pada Peraturan Bappebti Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Bappebti melihat masa depan aset kripto buatan Indonesia terbilang cerah. Potensi dan inovasi yang dimiliki anak bangsa serta potensi pasar di Indonesia sangat besar dan terus bertumbuh.

Untuk itu, Wisnu mengimbau kepada masyarakat agar dapat berinvestasi pada koin atau jenis aset kripto yang telah ditetapkan pada peraturan Bappebti.

Baca juga: Diprotes Emak-emak, Ashanty Sebut Investasi Kripto Enggak Boleh Baper

Sebelumnya, penyanyi Anang Hermansyah dan sang istri, Ashanty, mendatangi Bappebti untuk memberikan klarifikasi dan mendaftarkan token ASIX secara resmi. Hal itu dilakukan setelah Bappebti melalui akun Twitter menyebutkan bahwa token ASIX dilarang untuk diperdagangkan, karena belum didaftarkan ke Bappebti.

Anang pun membantah bahwa tokennya dilarang untuk diperdagangkan. Anang mengatakan saat ini tokennya masih diperjualbelikan di internasional. Sedangkan di Indonesia, pihaknya masih dalam proses mengikuti aturan-aturan yang berlaku dalam perdagangan Kripto. “Kami tengah dalam pendaftaran di Bappebti. Token kami juga terbilang baru, belum satu bulan,” ungkap Anang, usai mengunjungi kantor Bappebti, baru-baru ini.

Anang menegaskan pihaknya akan bertangggung jawab dan mempersiapkan secara matang segala hal mengenai tokennya tersebut, mulai dari ekosistemnya hingga edukasi. Adapun saat ini token ASIX hanya bisa diperjualbelikan di DEX Pancake Swap dan belum bisa diperdagangkan di bursa Indonesia.

Baca juga: Duh, Peluncuran Bursa Kripto Bisa Mundur Lagi Gara-gara Ini…

Sementara itu, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Bappebti Tirta Karma mengatakan, itikad baik ditunjukkan oleh Anang dan Ashanty ke Bappebti untuk meluruskan hal yang terjadi pada kesalahpahaman di Twitter. “Kami mengedepankan pembinaan, kami siap menerima proses pendaftaran sesuai dengan peraturan Bappebti Nomor 7/2020. Tujuannya agar dapat diperdagangkan, dinilai dan ini akan melindungi konsumen yang membelinya,” papar Tirta.

Ia menegaskan bahwa proses pendaftaran token ASIX membutuhkan beberapa dokumen pendukung yang perlu diserahkan kepada Bappebti untuk memenuhi 30 buah kriteria yang tertera dalam Peraturan Bappebti Nomor 7/2020. Salah satunya adalah token ASIX token harus masuk ke dalam daftar aset digital dengan market cap internasional 500 terbaik di dunia agar bisa diperdagangkan di Indonesia. (C01)

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com