Menu
Sign in
@ Contact
Search
Panenan sawit. Foto: BeritaSatu Photo/DEFRIZAL

Panenan sawit. Foto: BeritaSatu Photo/DEFRIZAL

India Turunkan Bea Impor, Harga CPO Menguat di Awal Pekan

Senin, 14 Februari 2022 | 21:25 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga Crude Palm Oil (CPO) mengalami penguatan di awal pekan ini. Kenaikan ini disebabkan oleh kebijakan India yang menurunkan bea masuk impor ke negaranya, yaitu dari 7,5% menjadi 5%.

Berdasarkan Bursa Malaysia Derivatives pada Senin (14/2), Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Februari 2022 terpantau naik naik 135 Ringgit Malaysia menjadi 5.935 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak pengiriman Maret 2022 terkerek 113 Ringgit Malaysia menjadi 5.817 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Harga CPO Melemah Pada Pekan Ini, Apa Penyebabnya?

Sedangkan kontrak pengiriman April 2022 melesat tertinggi hingga mencapai All Time High (ATH) setelah mencatatkan kenaikan 94 Ringgit Malaysia menjadi 5.667 Ringgit Malaysia per ton. Serta, kontrak pengiriman Mei 2022 naik 89 Ringgit Malaysia menjadi 5.499 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan kenaikan harga ini dipengaruhi oleh kebijakan yang dikeluarkan India mengenai bea impor. Dalam kebijakan itu, India menurunkan bea impor dari 7,5% menjadi 5%. “Hal ini menggambarkan kenaikan permintaan dari negara pengimpor, dalam hal ini adalah India,” jelas Girta kepada Investor Daily, Senin (14/2).

Baca juga: Dua Sentimen Ini Jadi Penentu Pergerakan Harga CPO Pekan Depan

Seeblumnya, Girta sempat mengatakan pada pekan ini dari sisi pasokan dari para negara produsen masih sangat terbatas. Di Indonesia, terkait adanya kebijakan terkait pembatasan ekspor CPO. Sedangkan di Malaysia, berdasrkan Malaysian Palm Oil Board (MPOB) (10/2), pasokan CPO mereka mengalami penurunan sepanjang bulan Januari lalu baik dari sisi stok, produksi maupun ekspor.

“Untuk stok CPO Malaysia turun hampir 4% menjadi 1,55 juta ton. Sementara untuk produksi turun 13,54% menjadi 1,25 juta ton, dan untuk ekspor merosot turun sebesar 18,67% menjadi 1,16 juta ton,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com