Menu
Sign in
@ Contact
Search
Astra International.

Astra International.

Penjualan Mobil Lampaui Ekspektasi, Bagaimana Prospek Saham Astra International (ASII)?

Kamis, 17 Februari 2022 | 13:22 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Realisasi volume penjualan otomotif PT Astra International Tbk (ASII) sepanjang Januari 2022 cukup mengejutkan sejumlah analis. Sebab, angka tersebut jauh melampaui perkiraan di tengah tidak berlakunya diskon pajak penjualan barang mewah (PpnBM).

Analis Trimegah Sekuritas Mashudi Sudarmadji, Hasbie, dan Willinoy Sitorus mengatakan, penjualan mobil nasional secara wholesale mencapai 84 ribu unit pada Januari 2022 atau bertumbuh 59% dari raihan periode sama tahun lalu. Namun penjualan ini turun 13% dari bulan Desember 2021. Sedangkan penjualan ritel mobil mencapai 78,6 ribu unit atau naik 46% dari periode sama tahun 2021 atau turun 23% dari bulan Desember 2021.

“Volume penjualan di bulan pertama 2022 justru melampaui target atau melewati angka penjualan bulanan tahun 2021. Padahal, sudah tidak ada lagi relaksasi pajak penjualan mobil sepanjang bulan tersebut,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Baca juga: Astra International (ASII) Gandeng RAN dalam HUT ke-65, Ada Apa?

Meski penjualan mobil tumbuh solid, Trimegah Sekuritas menyebutkan, pemerintah justru memperpanjang relaksasi PPnBM mulai Februari 2022 untuk penjualan mobil dengan kapasitas mesin 1.500 cc. Relaksasi pajak dilaksanakan secara bertahap mulai 100%, 66,6%, dan terakhir 33,33% yang berlaku pada kuartal III-2022.

Meski PPnBM direlaksasi, dia mengatakan, harga jual mobil terlaris di Indonesia, yaitu tipe MPV, hanya mengalami penurunan tipis. Artinya dampak relaksasi pajak tersebut hanya berimbas rendah terhadap penurunan harga jual mobil tahun ini.

Terkait penjualan mobil Februari 2022, menurut dia, diproyeksikan lebih rendah dari bulan Januari 2022. Sedangkan kenaikan harg jual komoditas diperkirakan menjadi faktor paling krusial terhadap peningkatan volume penjualan mobil.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 7.600. Target harga tersebut juga merefleksikan perkiraan PE tahun 2022 mencapai 9,8 kali.

Target tersebut juga merefleksikan perkiraan peningkatan laba bersih Astra International menjadi Rp 22,65 triliun tahun 2022, dibandingkan perkiraan tahun 2021 senilai Rp 19,76 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan meningkat menjadi Rp 245,94 triliun tahun ini, dibandingkan proyeksi tahun lalu Rp 219,12 triliun.

Sementara itu, tim riset RHB Sekuritas Indonesia menyebutkan bahwa saham Astra International sebagai pilihan teratas untuk saham otomotif. Hal ini didukung tren peningkatan volume penjualan mobil perseroan dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, penjualan mobil nasional mencapai 79 ribu unit pada Januari 2022, meski PPnBM mobil belum diperpanjang.

Sedangkan volume penjualan mobil Astra International mencapai 44.308 unit pada Januari 2022. Angka itu naik 65,14% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya mencapai 26.830 unit.

Peluang kenaikan penjualan mobil Astra International, menurut dia, berpotensi lebih pesat setelah pemerintah memperpanjang PPnBM. Penjualan mobil perseroan juga akan terdongkrak tren perbaikan perekonomian nasional.

Prospek ASII

Rekomendasi

Target harga (Rp)

RHB Sekuritas

buy

7.650

Trimegah Sekuritas

buy

7.600

Terkait dampak penyebaran Covid-19 varian Omicron, menurut dia, nampaknya tidak berimbas terlalu dalam terhadap ekonomi. Apalagi pemerintah sendiri telah menyebutkan tidak akan melakukan lockdown kembali, meski kasus Omicron meningkat di Indonesia. Hal ini menjadi indikasi yang baik terhadap manufaktur otomotif di Indonesia.

Baca juga: Penjualan Mobil Astra International (ASII) Naik 65,14% pada Januari 2022

Terkait peluang kenaikan tingkat suku bunga, dia mengatakan, diperkirakan tidak berdampak besar terhadap kredit pembelian mobil. Berdasarkan kalkulasi setiap kenaikan suku bunga 0,25%, bunga kredit pembelian mobil hanya naik 0,9%. Apalagi dengan kian beragamnya pembiayaan secara digital, bunga kredit mobil diperkirakan kian bersaing.

RHB Sekuritas menyebutkan bahwa implementasi PPnBM akan berdampak positif terhadap Astra International. Apalagi perseroan menjadi pemimpin pasar penjualan mobil di dalam negeri dengan pangsa pasar mayoritas. Perseroan juga akan terbantu dengan potensi peningkatan ekspor, seiring dengan membaiknya parekonomian global.

Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas untuk memertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga di level Rp 7.650. Target tersebut mereflekiskan perkiraan PE tahun 2022 sekitar 11,1 kali.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com