Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR).

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR).

Batu Bara Makin Membara, Harga ADMR dan ADRO Bisa Melaju Hingga 24%

Selasa, 1 Maret 2022 | 19:38 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Seiring dengan meroketnya harga sejumlah komoditas, harga batu bara pun makin membara. Saham-saham yang berbisnis batu bara pun terdongkrak. Diantaranya adalah saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) dan PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). Bahkan, harga saham keduanya diprediksi bisa melaju hingga 24%.

Analis dari Asosiasi Analis Efek Indonesia Reza Priyambada mengatakan kedua saham itu makin menarik setelah harga komoditas, terutama batu bara, mengalami lonjakan. Alhasil, banyak pelaku pasar memilih kedua saham tersebut. Hal ini akan terus bertahan mengingat demand akan batu bara sebagai sumber energi juga masih akan tinggi, tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga luar negeri. Ditambah, invasi Rusia ke Ukraina yang membuat harga-harga komoditas makin melambung tinggi.

“Batu bara masih menjadi pilihan sebagai sumber energi. Selain itu, batu bara juga yang masih lebih murah,” ungkap Reza kepada Investor Daily, Selasa (01/03/2022).

Baca juga: Adaro (ADRO) Anggarkan Capex hingga US$ 450 Juta Tahun Ini

Menurut Reza, secara kinerja ADRO mencatatkan angka yang mengesankan. Itu terlihat dari laporan keuangan Kuartal III 2021. Sebab,  ADRO telah berhasil mencatatkan kinerja yang hampir menyamai 2019. Pada 2019, ADRO mencatatkan pendapatan sebesar Rp 5,7 triliun. Sedangkan 2021 adalah Rp 37,6 triliun. “Ditambah lagi, keberhasilan Adaro Energy mencatatkan laba bersih pada 2021 sebesar Rp 6 triliun,” tambahnya.

Reza memasang target harga ADRO bisa melaju Rp 3.200 pada tiga bulan kedepan. Angka itu naik 24,03% jika dibandingkan dengan harga pentupan hari ini yang berada di Rp 2.580.

Sementara itu, Reza menilai kinerja yang ditunjukan ADMR juga melesat. Berdasarkan buku Agustus 2021, perusahaan mampu mencatatkan kinerja baik dibandingkan tahun sebelumnya. Terutama keberhasilan ADMR mencatatkan laba Rp 44,5 miliar, dari rugi Rp 28 miliar pada 2020. Untuk target harga ADMR adalah Rp 1.600. Angka itu naik 24,51% dri harga penutupan hari ini, yaitu Rp 2.580.

Baca juga: Tak Hanya Adaro Minerals (ADMR), Gain Saham-saham Grup Saratoga Ini juga Fantastis

Sementara itu, Head of Investment PT Reswara Gian Investa Kiswoyo Adi Joe menambahkan, baik ADRO dan ADMR, masih memiliki prospek yang baik di masa depan. Mengingat masih tingginya kebutuhan akan batu bara dan ditopang juga tingginya harga komoditas, terutama batu bara. Ditambah lagi, keduanya memiliki spesialisasi batu bara yang berbeda. Terutama ADMR yang memiliki jenis batu bara yang langka.

Kiswoyo pun memasang target harga ADRO yang bisa menyentuh angka Rp 2.700, angka itu naik 4,65% dibandingkan dengan harga penutupan hari ini, yaitu 2.580. Sedangkan ADMR, target harganya adalah Rp 1.400 atau naik 8,94% dibandingkan harga penutupan sebesar Rp 1.285.

“Saat ini, harga saham keduanya sudah tergolong tinggi. Alhasil, kenaikan persentasenya terbilang kecil untuk tiga bulan ke depan,” tutup Kiswoyo.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN