Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kilang minyak Lukoil. (Foto: Getty Images via BBC)

Kilang minyak Lukoil. (Foto: Getty Images via BBC)

Sinyal Penolakan Embargo Rusia Redakan Gejolak Minyak

Selasa, 8 Maret 2022 | 11:27 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id- Harga minyak pagi ini terpantau mengalami koreksi turun pasca sinyal penolakan dari sekutu AS mengenai rencana embargo produk energi Rusia yang meredam kekhawatiran terhadap gangguan pasokan minyak Rusia. Meski demikian, situasi Ukraina yang masih bergejolak membatasi penurunan harga lebih lanjut.

Di tengah rencana AS dan sekutunya dari Eropa untuk melakukan embargo impor terhadap pasokan energi dari Rusia, Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck pada hari Senin menyatakan secara terbuka untuk menentang rencana embargo tersebut. Pernyataan Habeck tersebut menguatkan laporan sebelumnya dari Bloomberg yang mengatakan bahwa AS berpotensi hanya melakukan embargo impor minyak Rusia secara terbatas untuk tujuan AS tanpa partisipasi dari sekutu di Eropa. Berita itu sekaligus mengindikasikan potensi Rusia untuk dapat tetap menjual produk energinya ke pasar global yang meredam kekhawatiran gangguan dari sisi permintaan.

Dari AS dilaporkan bahwa Presiden Joe Biden belum membuat keputusan untuk melarang impor minyak Rusia, ungkap sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki pada hari Senin. DPR AS dijadwalkan akan mengadakan pertemuan pada hari Selasa untuk memberikan suara terhadap rancangan undang-undang yang isinya antara lain mengenai pelarangan impor produk energi Rusia dan menangguhkan hubungan perdagangan dengan Rusia.

Baca juga: Reli Harga Minyak Berlanjut ke Level Tertinggi 2008

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Senin mengatakan bahwa negara-negara Barat harus siap menghadapi kenaikan harga minyak menjadi lebih dari $300 per barel serta potensi penutupan pipa gas utama Rusia-Jerman yang memasok gas alam ke Eropa, apabila embargo terhadap sektor energinya diberlakukan. Novak juga menambahkan bahwa Eropa akan membutuhkan lebih dari satu tahun untuk dapat menutupi kekurangan pasokan dari Rusia.

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo pada hari Senin dalam konferensi energi CERAWeek menekankan bahwa OPEC tidak akan dapat mengimbangi kekurangan pasokan di pasar apabila embargo impor minyak Rusia sampai dijalankan.

Berdasarkan riset ICDX, Selasa (08/03/2022) melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 130 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 110 per barel.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com