Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi harga minyak. (Foto: Pixabay)

Ilustrasi harga minyak. (Foto: Pixabay)

Minyak Kembali Melesat Terdongkrak Efek Embargo Produk Energi Rusia

Rabu, 9 Maret 2022 | 10:35 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Harga minyak pagi ini terpantau kembali bergerak bullish dipicu oleh efek dari AS dan Inggris yang menyatakan secara resmi untuk melarang impor produk energi Rusia, serta ditambah dengan sinyal OPEC untuk tidak menambah lebih banyak pasokan. Di sisi lain, rencana pelonggaran sanksi terhadap Venezuela serta potensi kembalinya barel Iran ke pasar membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Presiden Joe Biden pada hari Selasa secara resmi mengumumkan bahwa AS siap untuk segera memberlakukan larangan impor energi Rusia yang mencakup minyak, gas alam cair dan batu bara. Di hari yang sama, Inggris juga mengumumkan larangan impor secara bertahap pada akhir tahun, namun terbatas untuk minyak Rusia, sementara gas alam dan batu bara masih dikecualikan. Dampak dari embargo tersebut mulai terlihat dari pedagang yang sebagian besar menghindari pembelian minyak Rusia. Salah satu grup perusahaan raksasa minyak dan gas, Shell plc pada hari Selasa mengumumkan akan berhenti membeli minyak mentah Rusia di pasar spot dan tidak akan memperbarui kontrak berjangkanya.

Baca juga: AS Larang Impor Minyak Mentah Rusia, Harga Melonjak Lagi

Turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman dan UEA Sheikh Mohammed bin Zayed al Nahyan dilaporkan menolak menerima panggilan telepon dari Presiden Joe Biden, ungkap seorang pejabat AS pada hari Selasa. Sumber yang sama juga menambahkan bahwa Biden berencana untuk melakukan perjalanan ke Riyadh dan Abu Dhabi dalam beberapa pekan mendatang dalam upaya melobi kedua pemimpin de facto OPEC agar dapat menambah lebih banyak pasokan ke pasar untuk mengimbangi potensi pengurangan pasokan minyak Rusia.

Dalam upaya menemukan pengganti pasokan energi Rusia, AS dikabarkan berencana untuk melonggarkan sanksi terhadap Venezuela dengan ketentuan bahwa setiap relaksasi dalam sanksi AS akan tergantung pada pengiriman minyak Venezuela langsung ke AS, ungkap sumber yang mengetahui masalah itu pada hari Selasa. Para pejabat AS dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada hari Sabtu untuk membahas masalah tersebut lebih lanjut.

Baca juga: Pasar Asia Jatuh Lagi, Minyak Terus Naik Saat Perang Ukraina Berkecamuk

Sementara itu, pembicaraan terkait negosiasi nuklir Iran dijadwalkan akan dilanjutkan kembali pada Rabu pagi di Wina. Melihat dari urgensi AS untuk segera mendapatkan pengganti pasokan energi Rusia serta ditambah dengan desakan dari pengawas nuklir PBB, maka sangat besar potensi AS untuk memenuhi permintaan Iran sebagai bagian dari upaya mencapai kesepakatan nuklir tersebut. Di sisi lain, dengan tercapainya negosiasi nuklir maka Iran dapat kembali meningkatkan ekspornya ke level sebelum sanksi yaitu sebesar 1 juta hingga 1.3 juta bph dalam waktu tiga hingga enam bulan.

Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berdasarkan riset ICDX Rabu (09/03/2022) berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $130 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $120 per barel.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com