Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Armada Garuda Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Armada Garuda Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Jumbo! Garuda (GIAA) Targetkan Haircut Utang hingga 81%

Rabu, 9 Maret 2022 | 14:07 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menargetkan haircut atau pemangkasan utang bisa mencapai 81% dari total utang melalui proses restrukturisasi yang tengah dilakukan.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, saat ini Garuda sedang melakukan restrukturisasi melalui proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Menurut dia, restrukturisasi yang dilakukan GIAA adalah restrukturisasi yang kompleks.

Baca juga: Wah, Ada Angin Segar bagi Garuda Indonesia (GIAA)

“Di beberapa sesi atau kesempatan, saya cukup agak menggunakan kalimat bahwa restrukturisasi yang ini cukup brutal karena pada dasarnya penyelesaian utang kita lakukan dengan haircut sebesar 81%,” terang Irfan dalam webinar bertajuk Tantangan Pengelolaan Transportasi Udara Pasca-Pandemi, Rabu (9/3/2022).

Dia kembali menekankan bahwa restrukturisasi ini kompleks dan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, seperti shareholders. Apalagi, GIAA milik pemerintah sehingga penting untuk memastikan proses politiknya berjalan dengan sebaik-baiknya. Keputusan yang diambil pemegang saham diharapkan adalah sebuah keputusan yang bisa diterima oleh kepentingan politik yang ada di Indonesia.

“Juga harus dipastikan bahwa proses-proses yang terjadi selama restrukturisasi ini tidak bermasalah secara hukum di kemudian hari. Ini restrukturisasi yang sangat kompleks,” papar Irfan.

Irfan menyatakan, sejauh ini progres PKPU berjalan positif di mana para kreditur termasuk lessors dan beberapa BUMN sangat memahami dan berpartisipasi aktif. “Mereka dalam restrukturisasi Garuda ini penting bukan hanya untuk Garuda tapi juga seluruh kreditur,” ungkap Irfan.

Baca juga: Garuda (GIAA) Sepakati Jumlah Utang dengan Kreditur, Berapa Nilainya?

Untuk diketahui, Tim Pengurus PKPU Garuda mencatat per 18 Januari 2022 menerima pengajuan tagihan sekitar Rp 198 triliun yang diajukan oleh 503 kreditur.

Sebelumnya, GIAA mengungkap sejumlah penyelesaian utang, antara lain dengan membuka opsi untuk menyelesaikan menerbitkan saham baru. Selain itu, perseroan mengkaji opsi emisi zero coupon bond dan surat utang.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN