disini
Emas Kembali Tembus US$ 2.000
 Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Petugas menunjukkan emas batangan  di Jakarta, Senin (2/3/2020).  Foto:  SP/Ruht Semiono

Ilustrasi: Petugas menunjukkan emas batangan di Jakarta, Senin (2/3/2020). Foto: SP/Ruht Semiono

Emas Kembali Tembus US$ 2.000

Jumat, 11 Maret 2022 | 06:51 WIB
S.R Listyorini (redaksi@investor.id)

CHICAGO, Investor.id –Emas kembali menguat untuk menembus level psikologis US$ 2.000 pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi),bangkit dari penurunan tajam sesi sebelumnya. Minimnya kemajuan dalam pembicaraan antara Rusia dan Ukraina dan data inflasi AS yang lebih tinggi mendorong kenaikan harga emas.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak US$ 12,2 atau 0,61% menjadi US$ 2.000,40 per ounce. Sehari sebelumnya, Rabu (9/3/2022), emas berjangka turun 2,7% ke level US$ 1.988,20.

Advertisement

Investor juga mencermati data inflasi Februari dari Amerika Serikat, yang sesuai dengan ekspektasi tetapi juga menunjukkan peningkatan tahun-ke-tahun terbesar sejak Januari 1982.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (10/3/2022) bahwa indeks harga konsumen AS, barometer inflasi, meningkat sebesar 0,8% pada Februari, atau 7,9% (YoY), kenaikan tertinggi sejak Januari 1982.

"Angka inflasi tentu merupakan elemen bullish yang mendasari emas. Namun, geopolitik mengalahkan data ekonomi saat ini," kata Jim Wycoff, analis senior di Kitco Metals.

"Bullish (emas) menghabiskan banyak energi mendorong harga ke rekor tertinggi awal pekan ini. Sekarang, bahkan data inflasi bullish tidak memberikan banyak manfaat karena (harga) baru saja habis."

Dengan latar belakang melonjaknya harga minyak dan komoditas, investor sekarang menunggu pernyataan kebijakan Federal Reserve berikutnya pada 16 Maret.

Memukul selera terhadap aset-aset berisiko, pembicaraan antara Rusia dan menteri luar negeri Ukraina tidak membuat kemajuan nyata menuju gencatan senjata.

Logam mulia lainnya, p​​​​​​Perak untuk pengiriman Mei naik 44 sen atau 1,7% menjadi US$ 26,256 per ounce. Platinum untuk pengiriman April turun US$12,4 atau 1,12% menjadi US$ 1.095,20 per ounce.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN