Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
AKRA.

AKRA.

Penuhi Kebutuhan Smelter Freeport, AKR Corporindo Dapat Suplai dari PT PLN

Selasa, 15 Maret 2022 | 06:15 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id - Entitas anak usaha PT AKR Corporindo TBk (AKRA) yakni PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera (BKMS) tandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan PT PLN Persero (PLN) sebesar 170 MVA. PPA ini akan memudahkan BKMS untuk menyalurkan listrik ke PT Freeport Indonesia (PTFI).

Dengan resminya jual beli tersebut, PLN nantinya akan mendistribusikan dan menjual listrik ke BKMS, secara berkelanjutan melalui Gardu Induk PLN 150 Kilo Volts (KV) suplai tegangan tinggi dengan daya total 170 MVA. Pada kesempatan yang sama, BKMS juga menandatangani perjanjian back to back dengan PT Freeport Indonesia (PTFI). PT BKMS akan mendistribusikan dan menjual kembali Daya tersambung ke PTFI sesuai kebutuhannya, sehingga ini akan menghasilkan recurring income bagi KEK JIIPE Gresik.

Advertisement

Baca juga: AKR Corporindo (AKRA) Siapkan Capex Rp 400 Miliar, untuk Apa?

Direktur Utama BKMS Bambang Setiono menjelaskan, berharap dukungan dari PLN dapat terus berlanjut sehingga dapat meneruskan kerjasama berikutnya. “Kami yakin berkat dukungan dari Bapak Elen kami mendapatkan KEK dan sekarang cukup banyak yang menghubungi kami dan kami sangat agresif untuk menghubungi calon-calon tenant,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (14/3/2022).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Syahril mengatakan, PLN siap melayani dengan reliability berstandar internasional dan berencana menambah beberapa pembangkit maupun jaringan backbone sehingga akan ada beberapa alternatif supply yang sesuai dengan yang tertulis dalam perjanjian. “Didukung dengan jaringan yang tersedia sebesar 6,5 Gigawatt, kami siap melayani supply listrik ke smelter PTFI dari gardu induk,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas berharap, proyek pembangunan smelter tembaga single line terbesar di dunia ini bisa berjalan sesuai target. Ia pun mengharapkan dukungan dari semua pihak pada proyek yang menjadi salah satu barometer hilirisasi mineral di Indonesia. “Dengan tujuan akhir yaitu industri hilir turunan dari katoda tembaga, emas dan perak yang tidak hanya bertumbuh di JIIPE tapi juga di bagian lain di Indonesia,” ujarnya.

Capex Rp 400 miliar

Pada tahun ini, AKR Corporindo menyiapkan belanja modal/capital expenditure (capex) sebesar Rp 300 sampai 400 miliar yang digunakan untuk menambah pompa bensin seiring dengan adanya penambahan kerjasama beberapa pelanggan.

Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan AKR Corporindo Suresh Vembu mengatakan, saat ini pihaknya tidak mengalokasikan belanja modal terlalu besar. Sebab, selama lima tahun terakhir terhitung sejak 2016, perseroan sudah menginvestasikan capex sebesar Rp 11 triliun. 

Baca juga: Masuk MURI, CAKRA dan Litedex Protocol Kolaborasi Garap Metaverse

Suresh menambahkan, sekitar Rp 3 triliun lebih dari total Rp 11 triliun itu sudah digunakan AKRA untuk ekspansi logistik dan Rp 3,6 triliun diinvestasikan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated and Port Estate (JIIPE). 

"Jadi, tahun ini saya pikir capex tidak akan lebih banyak sekitar Rp 300 sampai Rp 400 miliar. Karena selama beberapa tahun lalu investasi sudah banyak sehingga sekarang waktunya untuk panen," ucap Suresh akhir pekan lalu. 

Suresh berharap, capex yang sudah diinvestasikan bisa memberikan hasil positif. Terbukti, sejauh ini perseroan sudah memperoleh kontribusi dari British Petrolium (BP) sebesar Rp 400 miliar termasuk kontribusi dari mitra partner strategis lain.

Ke depan, kinerja AKRA akan lebih positif mengingat perseroan memiliki bisnis model yang bagus dan disiplin yang tinggi. "Kami juga tidak mau ambil risiko apa pun terkait harga minyak karena itu supply chain logistic company yang didorong volume. Di masa pandemi, AKRA tetap bisa tumbuh hampir 20% sampai 30% karena kami punya infrastruktur logistik yang langka dan tetap beroperasi bahkan di tengah pandemi," pungkasnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN