Menu
Sign in
@ Contact
Search
Fasilitas pengeboran minyak dan gas. (Pixabay)

Fasilitas pengeboran minyak dan gas. (Pixabay)

Ketidakpastian Sikap Eropa Dorong Minyak Bertahan Bullish​​​​​​​

Selasa, 22 Maret 2022 | 11:12 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Harga minyak terpantau masih bertahan di zona bullish. Hal ini dipicu ketidakpastian sikap Eropa akan ajakan AS untuk mengembargo minyak Rusia. Selain itu, komentar Saudi pasca serangan Houthi, serta ditambah isyarat makin jauhnya kesepakatan damai antara Ukraina dengan Rusia turut mendukung pergerakan harga minyak lebih lanjut.

Tim riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX) menyebut Pemerintah Uni Eropa (UE) pada Senin (21/3/2022) mengatakan akan memutuskan terkait embargo minyak terhadap Rusia saat mereka berkumpul minggu ini dengan Presiden AS Joe Biden dalam serangkaian pertemuan puncak yang dirancang untuk memperkuat tanggapan Barat terhadap Rusia. Dalam pertemuan hari Senin, Jerman dan Belanda menekankan bahwa UE terlalu bergantung pada minyak dan gas Rusia.

Baca juga: Minyak Melonjak, Brent di Atas US$ 115/Barel

Ketidakpastian sikap Eropa terkait desakan dari AS untuk ikut mengembargo minyak Rusia memicu kekhawatiran pasar akan gangguan lebih lanjut untuk masalah pasokan global, terlebih setelah serangan Houthi pada fasilitas energi Saudi yang membuat pasokan dari Saudi terganggu sementara waktu. Kementerian luar negeri Saudi pada hari Senin menegaskan bahwa Saudi 'tidak akan bertanggung jawab' atas kekurangan pasokan minyak sehubungan dengan serangan Houthi.

Menanggapi pertemuan AS dan EU, Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak pada hari Senin kembali mengulangi ancamannya bahwa negara-negara Barat dapat menghadapi harga minyak lebih dari US$ 300 per barel dan kemungkinan penutupan pipa gas utama Rusia-Jerman jika EU ikut serta mengembargo minyak Rusia. Novak mengatakan akan dibutuhkan lebih dari satu tahun bagi EU untuk mendapatkan pengganti khususnya pasokan gas dari Rusia, hal ini disebabkan karena Rusia memasok sebesar 40% untuk kebutuhan gas Eropa.

Baca juga: Minyak Melonjak Setelah UE Rencanakan Gabung AS Embargo Minyak Rusia

Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Senin mengatakan setiap kompromi apa pun yang akan disepakati dengan Rusia perlu dilakukan dalam sebuah referendum. Komentar Zelenskiy itu memicu ketidakpastian akan arah pembicaraan damai antara Ukraina dengan Rusia.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 115,50 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 105,50 per barel,” tutup tim riset ICDX dalam risetnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com