Menu
Sign in
@ Contact
Search
Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pekerja melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

IHSG Kembali Tancap Gas di Pembukaan Sesi II

Selasa, 22 Maret 2022 | 13:40 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Dibuka terkerek 19,79 poin (+0,28%) di level 6.974,9, indeks harga saham gabungan (IHSG), kembali tancap gas pada pembukaan perdagangan sesi II, Selasa (22/3/2022). IHSG tercatat melaju 31,87 poin (+0,46%) di level 6.987,05. IHSG pun bergerak menghijau di rentang 6.968-7.000.

Sebanyak lebih dari 13,37 miliar saham telah diperdagangkan selama pembukaan sesi II. Dengan nilai perdagangan sekitar Rp 7,83 triliun, dan frekuensi perdagangan mencapai 826.596 kali transaksi. Sebanyak 307 saham mencatatkan kenaikan, 208 saham terkoreksi, dan 157 saham stagnan.

Pada pembukaan sesi II, saham-saham unggulan yang tergabung dalam LQ45 terkerek 5,66 poin (+0,56%) ke level 1009,42. Investor asing mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) di seluruh pasar hingga menembus Rp 679,51 miliar.

Baca juga: Pilarmas: IHSG Menghijau Searah Bursa Asia, EXCL Jadi Pilihan di Sesi II

Pada pembukaan sesi II, mayoritas bursa saham Asia terpantau bergerak menghijau. Indeks Shanghai terkerek +0,02%, Hang Seng Hong Kong melesat +2,03%, dan Nikkei Tokyo naik 1,48%. Hanya Straits Time Singapura terperosok -0,04%.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai tampaknya pasar konsolidasi sehubungan dengan persepsi risiko investasi Indonesia yang tercermin dari Premi Credit Default Swap (CDS) yang sempat meningkat tajam. Bank Indonesia menyampaikan Premi CDS ini naik di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia yang naik sekitar 40 basis poin (bps).

Hal ini sering dengan ekskalasi antara Rusia dan Ukraina memberi dampak terhadap Indonesia, salah satunya lewat jalur keuangan. Pasar memadang peningkatan tersebut tentunya akan memberikan beban dalam pembiayaan anggaran Indonesia. “Peningkatan CDS ini menunjukkan bawa risiko akan meningkat, terutama terkait dengan surat utang pemerintah,” tulis Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya.

Baca juga: IHSG Anteng di Zona Hijau di Penutupan Sesi I

Sementara itu, dari luar negeri, Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut pasar tampaknya merespon positif dukungan kebijakan moneter bank sentral Tiongkok, Dimana The People's Bank of Tiongkok (PBoC) memutuskan untuk mempertahankan Loan Prime Rate (LPR) satu tahun di 3,7% dan LPR lima tahun di 4,6%, ini sesuai dengan ekspektasi pasar sebelumnya.

Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan pasar menyambut baik keputusan PBoC untuk mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah, di tengah ekspektasi bahwa bank sentral Tiongkok akan lebih lanjut melonggarkan kebijakan moneternya untuk menghidupkan kembali ekonomi yang dilanda kebangkitan Covid-19.

Pada sesi II, Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan buy pada BSDE. “Dengan support dan resistance di level 975-1.050. PER: 17,17x. PBV: 0,60x,” tutup Pilarmas Investindo Sekuritas.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com