Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kegiatan di pabrik Dharma Polimetal. Foto: Dok Dharma Group

Kegiatan di pabrik Dharma Polimetal. Foto: Dok Dharma Group

Industri Otomotif Pulih, Kinerja Dharma Polimetal (DRMA) Melesat

Selasa, 22 Maret 2022 | 22:16 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Kinerja PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) diproyeksikan semakin melesat pada tahun ini, seiring pulihnya industri otomotif nasional. Berbekal pengalaman tinggi di dunia manufaktur, kebangkitan industri otomotif tanah air akan dimanfaatkan perseroan untuk meningkatkan pasokan komponen kendaraan ke sejumlah pabrikan besar.

Selain itu, sejumlah kerja sama strategis turut menopang kinerja perseroan tahun ini. Dharma Polimetal bahkan menargetkan untuk menjadi perusahaan manufaktur komponen otomotif berskala dunia.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Ignatius Teguh Prayoga mengatakan, rencana itu akan didukung oleh anak perusahaan dan juga perusahaan patungan (Joint Venture/ JV) yang bernama Dharma Kyungshin Indonesia. Lewat kerja sama ini, Dharma akan memasok sebagian besar komponen mobil untuk pabrikan Hyundai.

“Ditambah dana hasil IPO, Dharma Polimetal berencana untuk terus memperkuat produksi dengan menambahkan fasilitas

dan mesin produksi. Itu juga sebagai langkah antisipasi dari meningkatnya sektor otomotif pada 2022 dan juga penambahan pelanggan,” jelas Ignatius dalam riset yang dipublikasikan, baru- baru ini.

Baca juga: Dharma Polimetal (DRMA) Seriusi Bisnis Kendaraan Listrik

Faktor itu juga yang menyebabkan Dharma Polimetal menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh hingga 20%, dengan perolehan laba bersih yang lebih tinggi. Untuk mencapai target tersebut, perseroan telah membangun fasilitas dan manufaktur kuat yang terintegrasi antara Jabodetabek dan juga Cirebon. Fasilitas ini akan untuk melayani pasar kendaraan dan manufaktur terbesar di Indonesia.

Harga saham DRMA dalam setahun terakhir.jpg
Harga saham DRMA dalam setahun terakhir.jpg

DRMA juga mempunyai enam fasilitas khusus yang dimiliki langsung dan dua fasilitas hasil JV yang mampu memproduksi komponen-komponen seperti sasis kendaraan roda dua dan empat, suspensi, harness, dan bodi plastik untuk sepeda motor dan juga beberapa komponen lainnya semisal komponen kendaraan khusus, saluran pembuangan untuk kendaraan Low Cost Green Car (LCGC) dan beberapa part yang berukuran mikron.

“Menanggapi tren kendaraan listrik, Dharma Polimetal menyikapinya dengan membuat baterai kendaraan listrik/Electric Vehicle (EV). Kemudian, manajemen kabel yang didukung dengan tenaga ahli dari pemain teknologi global dalam hal bantuan teknis dan transfer pengetahuan,” jelas Ignatius.

Baca juga: 2022, Dharma Polimetal (DRMA) Incar Pertumbuhan Double Digit

Lebih lanjut, DRMA juga mengincar posisi sebagai produsen bodi EV yang menggunakan high tensile steel, yang bisa mengurangi beban berat dari mobil listrik.

Sebagai contoh, pada mobil EV dengan berat sebesar 1,5 ton, baterai yang digunakan mencapai 500 kg, lebih berat dari kendaraan konvensional, di mana berat mesin dan transmisi hanya berkisar 170 hingga 290 kg.

Di samping itu, di bawah Dharma Controlcable Indonesia, DRMA mengembangkan komponen EV yang mencakup paket baterai dan listrik komponen untuk E-Bikes dan skuter Listrik. Soal dana hasil IPO, DRMA menggunakan 70%nya untuk pembangunan fasilitas baru, pembelian robot stamping dan welding, lalu 16% dialokasikan untuk pembelian tanah Dharma Controlcable Indonesia.

PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA)  akan tawarkan 15% saham.
PT Dharma Polimetal Tbk (DRMA) 

Kemudian, sebanyak 9% untuk penambahan saham Dharma Poliplast sebagai anak usaha, dan sekitar 5% untuk modal kerja. Ignatius berharap, penggunaan dana hasil IPO ini dapat menghasilkan komponen yang lebih presisi dan tangguh untuk pelanggan eksisting dan juga pelanggan baru.

“Dharma Polimetal diharapkan mampu bertumbuh bersama roda otomotif Indonesia sembari menunggu pengembangan kendaraan listrik semakin berkembang,” tegas dia.

Menilik laporan keuangannya, selama 2021 perseroan berhasil mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 301 miliar, atau naik hampir 15,7 kali lipat dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 18,9 miliar. Naiknya pendapatan menjadi pemicu lonjakan laba emiten di bidang komponen otomotif ini.

Baca juga:  Laba Bersih Diproyeksikan Tren Naik, Bagaimana Prospek Saham Dharma Polimetal (DRMA)?

Kemudian, perseroan juga meraih laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 305 miliar, melonjak 37 kali dibanding periode sama 2020 sebesar Rp 8 miliar.

Sementara penjualan naik 55% jadi Rp 2,9 triliun dari periode sama 2020. Sepanjang tahun lalu, penjualan komponen perseroan ke PT Astra Honda Motor menjadi kontributor pendapatan terbesar PT Dharma Polimetal Tbk sebesar Rp 1,7 triliun, diikuti penjualan ke PT Astra Daihatsu Motor sebesar Rp 247 miliar.

Tahun ini, perseroan optimistis dapat meningkatkan kinerja. Salah satunya dengan meningkatkan kemampuan memproduksi komponen otomotif yang masih diproduksi produsen Jepang dan masih diimpor. Selain itu, perseroan melakukan diversifikasi bisnis dengan mengembangkan komponen EV seperti battery pack dan battery management system untuk sepeda dan 3W atau kendaraan roda tiga.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com