Menu
Sign in
@ Contact
Search
Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Pertumbuhan Laba Berlanjut, Saham Vale Indonesia (INCO) Direvisi Naik ke Rp 6.500

Rabu, 23 Maret 2022 | 10:53 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dari Rp 6.300 menjadi Rp 6.500 dengan rekomendasi dipertahankan beli. Peningkatan target tersebut menggambarkan peluang berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan.

Baca juga: Harga Jual Nikel Diprediksi Bertahan Tinggi, Bagaimana Prospek Saham Vale Indonesia (INCO)?

BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target laba bersih perseroan tahun ini dari US$ 164 juta menjadi US$ 257 juta. Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi naik dari US$ 983 juta menjadi US$ 1,17 miliar.

Vale Indonesia diperkirakan mampu untuk menjual sebanyak 65 ribu ton nikel dengan rata-rata harga jual US$ 16.380 per ton, dibandingkan perkiraan semula senilai US$ 12.736 per ton. Sedangkan rata-rata harga jual nikel di London Metal Excange (LME) sepanjang tahun ini beradal di kisaran US$ 21.000 per ton.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan mengatakan, diproyeksikan rata-rata harga jual nikel berada dalam rentang US$ 20-25 ribu per ton tahun ini, seiring dengan perkiraan pengenaan sanksi perdagangan nikel Nornikel. Sanksi ini bisa memicu penurunan suplai global mencapai 130-140 ribu nikel atau 4,4% dari suplai global.

“Pemberian sanksi secara bisa menjadi faktor pendorong harga jual nikel, meskipun volume yang dikenaikan sanksi tidak terlalu besar dalam mengganggu pasokan nikel global,” terangnya dalam riset.

Baca juga: Vale Indonesia (INCO) Bukukan Kenaikan EBITDA 44% Pada 2021

Terkait penurunan harga jual nikel dalam beberapa hari terakhir di LME, menurut dia, hanya reaksi sesaat. Secara umum, rata-rata harga jual nikel tahun ini diprediksi lebih tinggi, dibandingkan pencapaian tahun 2021. Hilangnya suplai nikel dari Rusia bakal menjadi faktor utama pemicunya.

Dengan kondisi tersebut, dia mengatakan, Vale Indonesia diperkirakan mampu untuk mempertahankan kenaikan laba bersih tahun ini, meski volume produksi perseroan diperkirakan mendatar berkisar 65 ribu ton tahun ini.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com