Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Penambangan batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

Ilustrasi: Penambangan batubara PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)

Dividen Refleksikan Yield 11%, Saham Indo Tambang (ITMG) Ditargetkan ke Rp 32.000

Jumat, 25 Maret 2022 | 12:50 WIB
Parluhutan Situmorang (redaksi@investor.id)

JAKARTA, Investor.id - Rasio dividen PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) sebanyak 70% dari total raihan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas di bawah ekspektasi mencapai 80%. Meski demikian, dividend yield perseroan tergolong masih tinggi mencapai 11%.

Demikian penjelasan analis BRI Danareksa Sekuritas Hasan Barakwan dalam riset terbarunya. Tahun lalu, perseroan meraup laba bersih mencapai US$ 475 juta, dibandingkan perolehan tahun 2020 sebanyak US$ 39 juta. Lonjakan iu sejalan dengan peningkatan pendaptan perseroan dari US$ 1,18 miliar menjadi US$ 207 miliar.

Advertisement

Baca juga: Indo Tambangraya (ITMG) Bagikan Dividen US$ 332,9 Juta

“Rasio dividen yang ditetapkan Indo Tambangraya di bawah perkiraan kami. Meski demikian total dividen tunai yang dibagikan mencapai US$ 239 juta atau setara dengan dividen per saham Rp 3.040. Angka terebut merefleksikan imbal hasil saham 11%. Imbal hasil tersebut belum memasukkan dividen interim yang telah dibagikan perseroan pada semester I-2021,” terangnya.

Selain faktor dividen, dia mengatakan, perseroan diperkirakan mampu untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan tahun 2022. Manajemen perseroan sebelumnya telah mematok target volume penjualan sebanyak 20,5-21,5 juta ton batu bara tahun ini. Target tersebut sudah sesuai dengan target yang diberikan BRI Danareksa Sekuritas berkisr 21,5 juta ton.

Sedangkan biaya penambangan perseroan diperkirakan dapat terkendali dengan baik atau setidaknya sama dengan biaya yang dikucurkan tahun 2021. Stripping ratio perseroan diperkirakan berkisar 10 kali atau sama dengan realisasi tahun lalu.

Dia menambahkan, harga jual batu bara telah melonjak secar dramatis sepanjang tahun ini dengan rata-rata mencapai US$ 264 per ton atau naik 190%, dibandingkan periode sama tahun lalu. Bahkan, harga batu bara sempat cetak rekor US$ 440 per ton awal Maret sebelum akhirnya turun secara bertahap hingga kini.

Baca juga: Laba Diprediksi Kembali Naik, Saham Indo Tambangraya (ITMG) Ditargetkan ke Rp 33.850

“Meski harga sudah turun dari level tertingginya, kami memperkirakan harga jual batu bara tetap solid tahun ini akibat ganguan pasokan dari Rusia. Hal ini mendorong kami merevisi naik rata-rata harg jual batu bara tahun ini menjadi US$ 160 per ton,” terangnya.

Revisi naik target harga tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk menaikkan target harga saham ITMG dari Rp 28.000 menjadi Rp 32.000 per saham dengan rekomendasi beli. Target harga tersebut mempertimbangkan perkiraan keanaikan laba bersih perseroan tahun ini menjadi US$ 581 juta.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN