Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor melihat posisi harga saham menggunakan telepon genggam. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

Investor melihat posisi harga saham menggunakan telepon genggam. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

10 Saham Paling Top nih, Surya Esa (ESSA) Masuk

Minggu, 27 Maret 2022 | 19:21 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sebanyak 10 saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencetak keuntungan (gain) sebesar 25% hingga 68% selama sepekan dari 21-25 Maret 2022.

Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) adalah pencetak gain tertinggi sebesar 68%. Kemudian, saham PT Global Sukses Solusi Tbk (RUNS) sebesar 57,05%, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) sebesar 43,64%, dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) sebesar 40%.

Advertisement

Baca juga: Persaingan 10 Emiten Besar, Chandra Asri (TPIA) Geser Bank Jago (ARTO)

Selanjutnya, saham PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) yang harganya naik 37,5% selama sepekan. Lalu, saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) sebesar 33,53%. Setelah itu, saham PT Inter Delta Tbk (INTD) sebesar 33,02%.

Tak ketinggalan, saham PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) yang naik 26,74%. Kemudian, saham PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) sebesar 25,66%. Terakhir, saham PT Tourindo Guide Indonesia Tbk (PGJO) sebesar 25%.

Top Gain 25 Maret

Dari saham-saham tersebut, ESSA adalah salah satu saham yang menjadi perhatian pelaku pasar. Hal itu disebabkan lonjakan harga amonia dan elpiji, yang membuat perseroan berhasil meraih laba bersih selama 2021.

Berdasarkan laporan riset BRI Danareksa Sekuritas, ESSA mencetak pendapatan US$ 303 juta selama 2021, naik tajam dari 2020 sebesar US$ 176 juta. Alhasil, perseroan mengantongi laba bersih US$ 14 juta dibandingkan rugi bersih US$ 19 juta pada 2020.

Sekuritas itu mencatat, harga jual rata-rata (average selling price/ASP) melonjak 99%, sedangkan LPG melejit 59,5%. Namun, produksi amonia turun 14,2% menjadi 566 ribu ton, seiring adanya perawatan mesin pabrik Oktober-Desember 2021.

Baca juga: Saham Surya Esa (ESSA) Panas, Ini Penyebabnya

ESSA, tulis BRI Danareksa, kini berencana menggarap proyek amonia biru, generasi terbaru bahan bakar alternatif, bersama JOGMEC, Mitsubishi, dan Institut Teknologi Bandung. Dengan kerja sama ini, perseroan berharap bisa menurunkan emisi karbon pabrik amonia.

Adapun Jepang berkomitmen menyerap 2 juta ton amonia biru ESSA dan ditargetkan mencapai 5 juta ton pada 2030. Amonia biru mengandung banyak hidrogen, sehingga bisa menjadi bahan bakar alternatif kendaraan bermotor yang lebih bersih ketimbang fosil.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN