Menu
Sign in
@ Contact
Search
Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk Garibaldi Thohir. Foto: Primus Dorimulu

Presiden Direktur PT Adaro Energy Indonesia Tbk Garibaldi Thohir. Foto: Primus Dorimulu

Buka-bukaan Boy Thohir Ungkap Alasan Adaro (ADRO) Kembangkan Bisnis Aluminium

Selasa, 29 Maret 2022 | 12:16 WIB
Laporan Primus Dorimulu dari Los Angeles (redaksi@investor.id)

LOS ANGELES, investor.id – PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) tengah mengembangkan bisnis aluminium melalui PT Adaro Aluminium Indonesia dengan membangun smelter aluminium di Green Industrial Park Indonesia di Kalimantan Utara.

Presiden Direktur ADRO Garibaldi Thohir pun menjelaskan alasannya. Disebutkan bahwa ADRO memiliki misi untuk mengoptimalkan produk dalam negeri, salah satunya dengan menyuplai kebutuhan aluminium bagi kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Pasalnya, banyak komponen EV yang dibuat dari aluminium, mulai dari sasis hingga badan kendaraan.

Baca juga: Kinerja Lanjutkan Pertumbuhan, Saham Adaro Energy (ADRO) Direvisi Naik ke Rp 3.200

Boy, sapaan akrab Garibaldi Thohir, meyakini, suatu saat kendaraan listrik akan diproduksi di Tanah Air dan industri aluminium akan menjadi bagian bisnis yang turut mendukung ekosistem environmental, social, governance (ESG). Alasan lingkungan juga yang melandasi ADRO bertransformasi dari coal base company menjadi masuk ke produk lain melalui PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR).

“Adaro yang kita canangkan masuk ke Adaro Green Aluminium. Jadi kita akan buat satu Industri aluminium di Kalimantan Utara,” ungkap Boy Thohir di Los Angeles, Amerika Serikat.

Boy mengimpikan, material kendaraan listrik seperti Tesla hingga Lucid nantinya berasal dari Indonesia, yang diproduksi di kawasan industri hijau terbesar di dunia yang dikembangkan PT Kalimantan Industrial Park Indonesia.

“Karena ke depan menurut hemat saya, mobil-mobil ini suatu saat nanti akan ditanya lagi oleh customer, misal aluminiumnya dapat dari mana, baterainya dapat dari mana, bahkan nanti bannya diproduksi di mana. Makin lama tentunya kan customer-customer itu makin kritis,” paparnya.

Menurut dia, ketelitian pelanggan dalam memilih produk akan berlanjut, tidak berhenti pada kepedulian mereka terhadap lingkungan saat membeli kendaraan listrik, tetapi juga mencari tahu sumber bahan baku produk tersebut.

Baca juga: Target Harga Direvisi Naik, Market Cap Adaro Energy (ADRO) Dekati Rp 100 Triliun

Electric vehicle mereka bilang environmentally friendly product tapi nanti makin kritis lagi, sumber electricity atau energi paling hulunya dari mana? Di situlah kenapa kita mau masuk ke Adaro Green Energy,” tambah Boy.

Ia optimistis, hanya produksi aluminium di Kalimantan Utara yang akan memiliki nilai tambah yang ramah lingkungan, mulai dari menghasilkan energi dari tenaga air, produksi dengan konsep renewable, namun di saat bersamaan akan menghasilkan harga jual yang premium. (C02)

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com