Menu
Sign in
@ Contact
Search
Direktur Utama Bank Raya Kaspar Situmorang saat konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (31/3). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Direktur Utama Bank Raya Kaspar Situmorang saat konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Kamis (31/3). Foto: Investor Daily/Nida Sahara

Bank Raya (AGRO) Pastikan Cetak Laba Tahun Ini

Kamis, 31 Maret 2022 | 21:17 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) optimistis tahun ini dapat membukukan laba bersih. Hal tersebut terlihat dari dua bulan pertama 2022 perseroan sudah mencatatkan laba.

Direktur Utama Bank Raya Kaspar Situmorang mengungkapkan, sejalan dengan transformasi yang dilakukan menjadi bank digital, perseroan menghapus beberapa segmen kredit tahun lalu. Sehingga pada akhir 2021 perseroan mengalami rugi bersih 3,04 triliun, berbalik arah dari akhir 2020 yang masih mencatatkan laba bersih Rp 31,26 miliar. Kaspar mengaku, rugi yang dialami tahun lalu karena perseroan melakukan pencadangan yang cukup besar.

Dia mengatakan, untuk memperoleh laba tahun ini dilakukan dalam dua strategi. Pertama, melalui ekosistem BRI sebesar 70% dari seluruh kegiatan Bank Raya dan 30% menggunakan ekosistem non BRI. Kedua, tahun ini Bank Raya melakukan langkah strategis perbaikan kinerja perseroan seperti manajemen biaya, cross selling, dan mengoptimalkan layanan digital.

Baca juga: Wamen BUMN: Bank Raya Didorong Berkolaborasi dengan Fintech

"Hal ini kami lakukan dalam rangka efisien jangka panjang, kami juga harap hal ini bisa dukung akselerasi digital perseroan dan kontribusi pada profitabilitas. Yang pasti, tahun ini kami sudah pasti net profit, dan di Januari kemarin, Februari, dan Maret ini kami sudah bukukan profit dalam laporan keuangan,” jelas Kaspar dalam konferensi pers, Kamis (31/3).

Dalam rencana bisnis bank (RBB) tahun ini, Bank Raya akan fokus pada segmen gig economy baik direct dan indirect. Menurut dia, dengan pemulihan ekonomi tercipta lapangan kerja baru termasuk segmen gig economy yang akan disasar perseroan. “Kami lihat makin bertumbuh dengan baik, ini jadi sumber pertumbuhan kami,” ujar dia.

Dari sisi liabilitas, perseroan juga dokus untuk meningkatkan akuisisi dana murah sebanyak-banyaknya sesuai dengan arahan pemegang saham, yakni BRI. Untuk itu, pada bulan lalu perseroan meluncurkan produk tabungan digital piloting dan akan diperluas untuk masyarakat. “Dari RBB fokus utama untuk cari dana murah sebanyak-banyaknya, secepat-cepatnya, seluas-luasnya dengan digital. Kami ditugaskan BRI induk kami untuk menciptakan keunggulan dari sisi liabilitas, menghimpun CASA,” terang Kaspar.

Baca juga: Layani Gig Economy, BRI Agro Inisiasi Konsep Community Branch

Kemudian, dari sisi pinjaman, perseroan juga memiliki bisnis legacy yang tentunya akan mempertahankan kualitas aset. “Kami harap sampai 2024 bisnis legacy habis, kami jaga agar kualitas tidak memburuk, kami terus yakinkan recovery write off kembali tahun ini dan bisa memberikan pendapatan lain-lain yang juga untuk net profit,” imbuh dia.

Selain itu, produk pinjaman digital Bank Raya yakni Pinang juga akan diakselerasi lebih luas tahun ini ke arah pinjaman produktif. Adapun, tahun lalu non performing loan (NPL) Pinang berada di level 0,08%. “Kami akan akselerasi lagi lebih cepat dan jaga kualitas aset, tahun ini mempercepat pencapaiannya,” ujar Kaspar.

Editor : Nida Sahara (niidassahara@gmail.com )

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com