Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
IST

IST

Laba Archi (ARCI) Merosot 39% Jadi US$ 75,1 Juta, Gara-gara Ini...

Jumat, 1 April 2022 | 17:19 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id – Emiten emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) di tahun 2021 membukukan laba tahun berjalan yang menurun sebesar 39% dari US$ 123,3 juta menjadi US$ 75,1 juta. Pasalnya, EBITDA Archi pada tahun 2021 sebesar US$ 163,7 juta, lebih rendah 32% dibandingkan dengan US$ 240,4 juta pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini terutamanya disebabkan oleh kenaikan biaya penambangan akibat dari meningkatnya jumlah material yang ditambang, kenaikan stripping ratio akibat dari penambangan bijih tahap awal di pit Araren tahap 5 dan pembukaan pit Araren yang baru, serta kenaikan biaya pengolahan seiring dengan jumlah bijih yang diproses yang lebih tinggi selama tahun 2021. Namun, biaya penambangan per unit lebih rendah 11% menjadi AS$2,90 per ton.

Advertisement

Di sisi pendapatan dari kontrak dengan pelanggan konsolidasian Archi pada tahun 2021 juga hanya US$ 345,9 juta, lebih rendah 12% dibandingkan dengan US$ 393,3 juta pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terutamanya disebabkan oleh volume penjualan emas yang lebih rendah dari 213,8 kilo ons menjadi 188,1 kilo ons.

Baca juga: Archi Indonesia (ARCI) Dukung Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat di Bitung dan Minahasa

“Meskipun kinerja tahunan kami mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, kami percaya jika langkah-langkah strategis yang telah kami lakukan selama tahun 2021 akan mendukung pertumbuhan bisnis kami secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang,” kata Direktur Utama Archi Indonesia Ken Crichton dalam keterangan tertulis, Jumat (01/04/2022).

Meski begitu, secara keseluruhan, ARCI telah melakukan beberapa langkah positif selama tahun 2021, di mana perseroan berhasil membuka pit Alaskar yang baru, mengembangkan pit Araren tahap 5 serta meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan kami menjadi sebesar 4,0 juta ton per tahun. Lebih jauh, perseroan juga telah berhasil mencapai tonggak sejarah baru dengan merampungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan secara resmi menjadi perusahaan terbuka.

“Pencapaian-pencapaian tersebut bukan tanpa tantangan, dimana selama sembilan bulan pertama kami harus mengalami stripping ratio yang lebih tinggi akibat dari meningkatnya waste yang ditambang selama transisi pit Araren tahap 3 ke tahap 5 serta pembukaan pit Alaskar yang baru, sedikit tertundanya utilisasi penuh dari alat scats crusher yang baru, serta penyesuaian peningkatan produksi oleh kontraktor penambangan yang baru seiring dengan tibanya tambahan mesin-mesin yang baru,” katanya Ken.

Adapun, arus kas bersih untuk aktivitias pendanaan sebesar US$ 33,9 juta pada tahun 2021, terutamanya mencerminkan pembayaran utang bank jangka panjang sebesar US$ 127,3 juta, sebagian diimbangi oleh hasil bersih IPO sebesar US$ 62,6 juta. Perseroan juga mengutilisasi fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) sebesar US$ 32,0 juta selama tahun 2021.

Sementara itu, jumlah utang bersih ARCI pada periode ini lebih rendah dari US$ 389,7 juta per akhir 2020 menjadi sebesar US$ 296,9 juta per akhir 2021, mencerminkan kinerja rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang secara signifikan lebih baik dari sebesar 4,1x menjadi sebesar 1,3x.

Baca juga: Pit Archi Indonesia (ARCI) ada yang Rusak, Bagaimana Kegiatan Tambang?

Sepanjang 2021, ARCI juga merealisasikan belanja modal sebesar US$ 118,6 juta, yang terutamanya digunakan untuk aktivitas pengembangan pit Araren tahap 5, meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan, dan aktivitas eksplorasi. Dari sisi produksi, bijih yang diproses sepanjang 2021 mencapai 3,64 juta ton.

Di sisi lain, terkait situasi terkait bencana alam pada awal bulan Januari tahun ini, perseroan memperkirakan produksi emas pada tahun 2022 akan terdampak sekitar 25% dibandingkan jumlah produksi pada tahun 2021, dan lebih jauh terhadap kinerja keuangan.

Maka dari itu, pada tahun 2022 ARCI berencana untuk berfokus pada beberapa hal. Yakni, mengoptimalisasi penuh aktivitas penambangan di pit Toka, Kopra dan Alaskar yang baru, memastikan pit yang terdampak bencana untuk dapat beroperasi kembali sesuai jadwal, melanjutkan implementasi langkah-langkah strategis untuk efisiensi biaya, terutamanya biaya aktivitas penambangan dan pengolahan, memastikan keberlangsungan aktivitas eksplorasi di wilayah Koridor Barat serta identifikasi target-target Brownfield dan Greenfield lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan Sumber Daya Mineral dan Cadangan Bijih dan mengejar bisnis pemurnian (refinery) sebagai bagian dari visi Perseroan menjadi perusahaan tambang emas yang terintegrasi.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN