Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Chief Executive Officer (CEO) Amazon.com Inc Jeff Bezos. ( Foto: Saul Loeb / AFP / Getty Images )

Chief Executive Officer (CEO) Amazon.com Inc Jeff Bezos. ( Foto: Saul Loeb / AFP / Getty Images )

Ula dan Lummo, 2 Start-up UMKM RI yang Curi Perhatian Bos Amazon Jeff Bezos

Selasa, 5 April 2022 | 16:22 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id- Bos Amazon.com Jeff Bezos ternyata menaruh perhatian pada pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia. Sebagai bukti keseriusannya, dalam 1 tahun terakhir, pendiri e-commerce terbesar di dunia tersebut memberikan dana segar triliunan rupiah ke dua start-up Tanah Air yakni Ula dan Lummo melalui melalui kantor pengelolaan aset pribadinya, Bezos Expedition.

Ula, perusahaan business to business (B2B) e-commerce marketplace Indonesia meraih pendanaan seri B sebesar US$ 87 juta atau Rp 1,24 triliun yang dipimpin Prosus Ventures, Tencent, dan B-Capital. Pendanaan ini juga diikuti Bezos Expeditions, beserta investor-investor terkemuka di Asia Tenggara lainnya yaitu Northstar Group, AC Ventures, dan Citius. Para investor yang telah mendanai Ula pada seri sebelumnya seperti Lightspeed India, Sequoia Capital India, Quona Capital, dan Alter Global, juga turut berpartisipasi kembali pada pendanaan seri B kali ini. Ula juga turut mengajak Pandu Sjahrir, yang merupakan seorang investor serta pengusaha, sebagai penasehat perusahaan.

Advertisement

"Pendanaan Seri B Ula, yang diumumkan hanya 8 bulan setelah pendanaan Seri A di bulan Januari, akan digunakan untuk investasi pada pertumbuhan kehadiran Ula di seluruh Indonesia, penambahan kategori baru, pengembangan layanan beli sekarang bayar nanti (buy now pay later), serta pembangunan teknologi baru, infrastruktur logistik, dan rantai pasokan lokal," kata Co-Founder dan Chief Operating Officer Ula Riky Tenggara belum lama ini.

Baca juga: Bos Amazon Jeff Bezos Ikut Investasi di Startup Ini

Pendanaan ini juga akan memperkuat komitmen Ula untuk mendukung para pemilik warung tradisional yang kurang terlayani dengan baik, khususnya mereka yang berada di kota Tier 2 hingga Tier 4.

Co-Founder dan Chief Commercial Officer Ula Derry Sakti mengatakan misi utama Ula untuk mendukung warung tradisional sangat relevan khususnya di masa pandemi seperti ini. "Kami berusaha memperkuat kehadiran Ula, memperbanyak pilihan produk, serta meningkatkan kualitas layanan di daerah pedesaan dan kawasan yang memiliki akses terbatas, dengan tujuan untuk membantu para pemilik warung mempercepat proses pemulihan usahanya akibat Covid-19," ungkapnya.

IST
Para pendiri Ula (Foto: Istimewa)

Sejak diluncurkan 2020, perusahaan rintisan ini berambisi mengembangkan bisnis kecil dan menengah menggunakan teknologi. “Kami mengadopsi pendekatan jangka panjang untuk memecahkan masalah yang seringkali ditemui oleh para peritel kecil dengan berinvestasi pada teknologi, rantai pasok, dan pengajuan kredit,” jelasnya.

Kini, di tahun 2022 Ula telah menggaet 100.000 warung kecil, 8.000 lebih jenis produk, dan 12 kewarganegaraan dalam tim.

Start-up ini memiliki tiga layanan utama, yakni Sobat Ula di mana perusahaan menyediakan layanan marketplace B2B dengan beragam produk, harga yang kompetitif, dan jasa kirim terpercaya. Kedua, Teman Ula. Komunitas Ula menawarkan program untuk mendukung penjualan berbasis komunitas. Ketiga, Titik Ula di mana perusahaan menawarkan pemilik toko atau warung untuk menjadi pick up point sehingga mendapatkan penghasilan tambahan

Ula sendiri didirikan oleh Nipun Mehra (mantan eksekutif Flipkart di India), Alan Wong (pernah bekerja di Amazon), Derry Sakti (pengawas P&G di Indonesia), dan Riky Tenggara (pernah bekerja di Lazada dan aCommerce).

Baca juga: Jeff Bezos: Amazon Butuh Visi Lebih Baik bagi Pekerja

Satu lagi perusaaan rintisan Indonesia yang mendapat pendanaan dari Jeff Bezos adalah Lummo, perusahaan rintisan penyedia solusi layanan perangkat lunak penghubung bisnis dengan pelanggan (direct to consumer/D2C, software-as-a-service/SaaS).

Jeff Bezos melalui Bezos Expedition mengikuti putaran investasi Seri C terbaru senilai US$ 80 juta di Lummo yang dipimpin Tiger Global dan Sequoia Capital India. Keikutsertaan Bezos bertujuan memperkuat ambisi Lummo mempercepat pertumbuhan bisnis pengusaha dan pemilik merek di Indonesia dan seluruh Asia Tenggara.

Ilustrasi Lummo on mobile. (Foto: Kureta/istimewa)
Ilustrasi Lummo on mobile. (Foto: Kureta/istimewa)

Model D2C Lummo menawarkan peluang kepada pengusaha dan pemilik merek (brand) untuk membangun bisnis kompetitif jangka panjang. Dengan menciptakan hubungan pelanggan yang kuat, tanpa pihak ketiga, para pengusaha dapat meningkatkan bisnisnya dan memberikan nilai tambah kepada pelanggan mereka. “Kami bangga mendapatkan dukungan Jeff Bezos di putaran investasi Seri C ini, di saat bersamaan kami juga tengah memprioritaskan pertumbuhan eksponensial pada bisnis kami secara jangka panjang," kata CEO dan Pendiri Lummo Krishnan Menon.

Baca juga: Jeff Bezos Merebut Posisi Elon Musk sebagai Orang Terkaya Dunia

Adapun, LummoSHOP yang merupakan produk unggulan Lummo memberikan akses pada pelaku usaha dan pemilik merek untuk menganalisis dan menargetkan pelanggan kembali melakukan pembelian melalui catatan dan riwayat pembelian pelanggan. Fitur lainnya termasuk chat commerce, integrasi katalog, custom domain dan situs web khusus, manajemen multi-platform, fitur yang dipersonalisasi untuk branding bisnis, dan lain-lain.

Dengan fitur manajemen multi-platform, pelaku usaha dan pemilik merek (brand) dapat menggunakan solusi perangkat lunak ini sebagai pusat operasional bisnis online yang memungkinkan mereka mengelola semua pesanan pelanggan dari berbagai platform belanja. Solusi ini juga membantu mereka membuat situs web resmi, serta membangun identitas merek (brand) mereka sendiri.

 “Kami melihat pengusaha Indonesia sangat berambisi dan berorientasi pada pertumbuhan bisnis, serta fokus membangun merek lokal mereka sendiri. Maka, kami mengembangkan LummoSHOP sebagai penerang bagi para pengusaha melalui solusi layanan perangkat lunak yang menghubungkan bisnis dengan pelanggannya (SaaS stack D2C), guna mempercepat pertumbuhan bisnis mereka. Model bisnis ini sangat mapan terbukti dari GMV LummoSHOP yang tumbuh 11 kali lipat dari Desember 2020 hingga Desember 2021,” kata Krishnan.

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN