Menu
Sign in
@ Contact
Search
Kebun sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Kebun sawit. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Harga CPO lagi-Lagi Melonjak

Rabu, 6 April 2022 | 06:10 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives lagi-lagi melonjak dalam dua hari berturut-turut. Hal ini didorong oleh kenaikan komoditas energi lainnya di dunia. Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (5/4/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman April 2022 terpantau melonjak 214 Ringgit Malaysia menjadi 6.581 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak pengiriman Mei 2022 terkerek 235 Ringgit Malaysia menjadi 6.309 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juni 2022 mengalami peningkatan 223 Ringgit Malaysia menjadi 5.915 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Juli 2022 terongkrak 221 Ringgit Malaysia menjadi 5.674 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Agustus 2022 terdorong 210 Ringgit Malaysia menjadi 5.552 Ringgit Malaysia per ton. Serta, kontrak pengiriman September 2022 naik 198 Ringgit Malaysia menjadi 5.506 Ringgit Malaysia.

Baca juga: Awal April, Harga CPO Kembali Jatuh 

Sebelumnya, Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan pada awal April ini, pelaku pasar masih mencermati kondisi geopolitik Ukraina dengan Rusia, kebijakan ekspor CPO pemerintah Indonesia serta rencana kedatangan tenaga kerja ke Malaysia yang dijadwalkan pada bulan April nanti. Hingga akhir pekan ini, harga CPO berpotensi menemui level resistance terdekat di harga 6.500 Ringgit Malaysia per ton.

Selain itu, Girta menyebut pelaku pasar masih mencermati rilis data ekspor CPO Malaysia untuk periode 1 - 31 Maret. Sebab, dari data ini biasanya dijadikan gambaran oleh pelaku pasar untuk melihat permintaan CPO apakah sedang positif atau tidak. Selain itu, kebijakan terkait ekspor CPO di Indonesia dan Malaysia juga menjadi pantauan pelaku, karena pada April nanti akan memasuki bulan Ramadan.

Baca juga: Harga CPO Lanjutkan Pelemahan 

“Biasanya tren yang terjadi adalah meningkatnya permintaan dari produk turunan CPO yaitu olein atau minyak goreng, sementara saat ini pasokan masih cukup ketat di pasar, sehingga berpotensi akan ada pemberlakuan kebijakan terkait kepastian pasokan dalam negeri di kedua negara produsen CPO terbesar pertama dan kedua dunia ini,” ungkap Girta kepada Investor Daily, belum lama ini.

Untuk harga pekan ini, Girta memperkirakan harga CPO berpotensi resistance akan berada pada kisaran harga 6.500 – 7.000 Ringgit Malaysia per ton. “Apabila menemui katalis negatif, maka harga berpotensi turun ke level support di kisaran harga 5.500 – 5.000 Ringgit Malaysia per ton,” tutupnya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com