Menu
Sign in
@ Contact
Search
Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/2/2022).  Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/2/2022). Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Harga CPO Rontok Seiring Runtuhnya Harga Komoditas

Jumat, 8 April 2022 | 06:14 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rontok pada perdagangan Kamis (7/4/2022). Hal disebabkan runtuhnya harga komoditas lainnya, terutama minyak kedelai.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Kamis (7/4/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman April 2022 terpantau menurun 54 Ringgit Malaysia menjadi 6.610 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak pengiriman Mei 2022 terkoreksi 88 Ringgit Malaysia menjadi 6.213 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Juni 2022 mengalami penurunan 85 Ringgit Malaysia menjadi 5.827 Ringgit Malaysia per ton.

Baca juga: Harga CPO Menguat Sebagian, Ada apa? 

Sementara itu, kontrak pengiriman Juli 2022 terkoreksi 63 Ringgit Malaysia menjadi 5.628 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Agustus 2022 terpuruk 32 Ringgit Malaysia menjadi 5.537 Ringgit Malaysia per ton. Serta, kontrak pengiriman September 2022 jatuh 41 Ringgit Malaysia menjadi 5.482 Ringgit Malaysia.

Pedagang minyak sawit David Ng mengatakan CPO berjangka juga turun sejalan dengan pelemahan di pasar minyak kedelai Chicago Board of Trade (CBOT). "Dengan support di 5.500 Ringgit Malaysia per ton dan resistance di 6.100 Ringgit Malaysia per ton," katanya dikutip dari Bernama, Jumat (8/4/2022).

Kepala penelitian komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani mengatakan investor membukukan keuntungan dengan ekspektasi bahwa permintaan akan melambat. Hal ini karena pasar tujuan bergulat dengan margin negatif karena harga minyak sawit yang tinggi.

Baca juga:Harga CPO lagi-Lagi Melonjak

“Harga minyak bunga matahari Laut Hitam yang lebih rendah dan koreksi minyak mentah baru-baru ini telah menekan minyak sawit harga mundur agar tetap kompetitif," katanya.

Anilkumar menambahkan Malaysian Palm Oil Association (MPOA) membuat perkiraan yang menunjukkan produksi minyak sawit Malaysia selama Maret 2022 sebesar 1,35 juta ton, atau sekitar 19% naik dari Februari.

“Angka-angkanya berada di sisi pasar yang lebih tinggi dari perkiraan dan itu akan menyuntikkan tekanan jual lebih lanjut. Karena stok minyak sawit Malaysia akhir Maret mungkin tidak turun jika perkiraan MPOA mereplikasi dalam data Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB),” katanya.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Bernama

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com