Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi transaksi pelapak Bukalapak. (IST)

Ilustrasi transaksi pelapak Bukalapak. (IST)

29 Juli, Bukalapak akan 'Listing' dengan Kode Saham BUKA

Kamis, 24 Juni 2021 | 13:19 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, Investor.id - Bukalapak menargetkan pencatatan (listing) saham Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Juli 2021. Perusahaan e-Commerce ini akan menggunakan ticker saham BUKA. Listing dilaksanakan setelah penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham diproyeksikan pada 23-27 Juli 2021.

Berdasarkan dokumen IDX Mini Expose, Bukalapak disebut telah melakukan registrasi IPO saham kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 Mei 2021. Penawaran saham dilakukan pada 23-27 Juli 2021, dan listing di BEI pada 29 Juli 2021.

Bukalapak meunjuk Mandiri Sekuritas dan Buana Capital Sekuritas sebagai joint lead managing underwriter, serta UBS Sekuritas Indonesia sebagai domestic underwriter. Selain itu, Bukalapak juga menggandeng UBS dan BofA Securities sebagai joint global coordinators, serta UBS, BofA Securities, dan Mandiri Sekuritas sebagai joint bookrunners.

Bukalapak akan melepas sebanyak-banyaknya 25% saham dari total modal yang disetor dan ditempatkan, dimana jumlah tersebut termasuk employee stock allocation (ESA) maksimal 0,1%. Bukalapak juga akan menawarkan opsi management and employee stock option (MESOP) sebanyak-banyaknya 4,91% dari total penawaran dan modal disetor.

Terkait kinerja keuangan, Bukalapak masih membukugan rugi bersihsenilai Rp 1,34 triliun hingga akhir tahun lalu. Namun angka tersebut turun 51,73% dari realisasi tahun 2019 senilai Rp 2,79 triliun. Adapun pendapatan bersih perusahaan naik 25,55% menjadi sebesar Rp 1,35 triliun, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 1,07 triliun. Sementara kerugian operasional tahun lalu tercatat sebesar Rp 1,83 triliun, turun, dibanding 2019 sebesar Rp 2,84 triliun.

Perusahaan juga mencatatkan penurunan beban penjualan dan pemasaran menjadi Rp 1,51 triliun dari tahun sebelumnya Rp 2,32 triliun. Sedangkan beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,49 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,26 triliun. Liabilitas Bukalapak sebesar Rp 985,82 miliar dan ekuitas Rp 1,60 triliun. Adapun total aset perusahaan meningkat menjadi Rp 2,59 triliun dari sebelumnya Rp 2,05 triliun.

Sementara itu, VP of Corporate Affairs Bukalapak Siti Sufintri Rahayu enggan memberikan konfirmasi kebenaran atas dokumen yang bocor ke publik tersebut.

“Kami senantiasa mengeksplorasi kesempatan bagi perusahaan untuk terus bertumbuh dan berkembang secara finansial. Namun, untuk saat ini, kami belum membuat keputusan apapun. Fokus kami saat ini adalah terus mencari strategi yang tepat untuk menjadi perusahaan yang berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi para partner dan pengguna untuk waktu-waktu mendatang,” ujarnya kepada Investor Daily, Kamis (24/6).

Sebelumnya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut sudah ada perusahaan e-commerce Indonesia yang telah mendaftarkan diri untuk IPO. "Terkait dengan informasi mengenai adanya e-commerce dalam pipeline, memang benar terdapat e-commerce yang telah menyampaikan dokumen. Untuk nama calon perusahaan tercatat, Bursa belum dapat menyampaikan," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN